Dolar Mulai Bangkit Lagi, Logam Kuning Relatif Flat
Tuesday, May 24, 2022       13:45 WIB

Ipotnews - Harga emas diperdagangkan dalam kisaran ketat, Selasa, karena dolar AS menutupi beberapa kerugian tadi malam, membuat logam kuning yang dibanderol dalam  greenback  lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Harga emas di pasar spot turun tipis 0,13% menjadi USD1.851,27 per ounce, pada pukul 13.27 WIB, setelah melesat ke level tertinggi sejak 9 Mei di USD1.865,29 pada sesi Senin, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Selasa (24/5).
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat naik 0,07% menjadi USD1.855,10 per ounce.
Meski ada jeda pada sesi Selasa,  safe-haven  dolar jatuh secara luas bersama penurunan imbal hasil US Treasury dari puncak multi-tahun, dengan pelonggaran agresif oleh Federal Reserve sudah diperhitungkan.
"Dolar yang lebih lemah membantu emas menembus kembali di atas pergerakan rata-rata 200 hari (MA200)...dan kami belum yakin  greenback  telah melihat titik terendah," kata analis City Index, Matt Simpson.
Presiden Bank Federal Reserve Kansas City, Esther George, memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan target suku bunga menjadi sekitar 2% pada Agustus, dengan langkah lebih lanjut tergantung pada bagaimana penawaran dan permintaan mempengaruhi inflasi.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil, dilihat sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa krisis ekonomi, cenderung menjadi kurang menarik bagi investor ketika suku bunga AS dinaikkan.
SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya naik 0,44% menjadi 1.068,07 ton, Senin, dari 1.063,43 ton pada sesi Jumat.
Harga perak di pasar spot turun 0,3% menjadi USD21,71 per ounce, dan platinum melemah 0,2% menjadi USD956,67, sementara paladium naik 0,4% menjadi USD2.001,10.
Nornickel Rusia, Senin, memangkas proyeksi defisit pasar paladium global pada 2022 karena permintaan yang lebih rendah dari industri otomotif di tengah krisis Ukraina dan pemulihan pasar chip yang lambat dari kekurangan pasokan. (ef)

Sumber : Admin