Ingin Beli Gedung untuk Kantor Pusat, NOBU Berencana Rights Issue
Wednesday, September 22, 2021       16:49 WIB

Ipotnews - PT Bank Nationalnobu Tbk () berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias  rights issue  dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 500 juta saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasi di Jakarta, Rabu (22/9), saham  rights issue  tersebut bernilai nominal Rp100 per lembar atau setara dengan 10,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PM-HMETD.
Rencana penerbitan Saham Baru melalui mekanisme HMETD ini akan meminta persetujuan terlebih dahulu melalui RUPS Luar Biasa yang rencananya digelar pada 24 September 2021. Sesuai dengan rencana bisnis Nobu National Bank, perseroan berencana membeli gedung perkantoran dan memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan usaha.
Manajemen menyebutkan, jika ada sisa Saham Baru yang tidak diambil oleh pemegang HMETD, maka PT Grahaputra Mandirikharisma ( GPMK ) akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil bagian atas sebagian sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD.
GPMK akan melakukan penyetoran sebanyak-banyaknya Rp193 miliar dalam bentuk selain uang ( inbreng ) pada pelaksanaan  rights issue , yakni berupa aset Gedung A Universitas Pelita Harapan Jl. MH Thamrin No. 1 Lippo Karawaci, Tangerang senilai Rp132 miliar, dan sebagian ruang di dalam Gedung Gajah Mada Tower Jakarta Pusat senilai Rp61 miliar.
Selain itu, penyetoran tunai sebanyak-banyaknya Rp5,1 miliar. "Bahwa rencana  inbreng  merupakan traksaksi afiliasi bagi perseroan, namun bukan transaksi benturan kepentingan dan tidak mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha perseroan," demikian disebutkan oleh manajemen .
mengaku, dengan pembelian aset berupa gedung milik GPMK tersebut, maka Nobu National Bank akan memiliki kantor pusat yang lebih representatif dalam membangun citra perbankan digital. Bahkan, perseroan juga akan menjadi lebih mampu menjaga biaya operasional, khususnya biaya sewa seluruh kantor.
"Kantor fisik yang representatif sangat diperlukan, terutama di Indonesia, untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga eksistensinya dalam jangka panjang," demikian disebutkan manajemen . (Budi)

Sumber : Admin
An error occurred.