Investor Tarik Cuan Dari Bekas Saham Termahal RI, BYAN ARB
Thursday, December 08, 2022       13:58 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat melesat hingga tiga hari beruntun pasca stock split , saham emiten batu bara yakni PT Bayan Resources Tbk () terpantau berbalik arah dan ambles lebih dari 6% pada perdagangan sesi I Kamis (8/12/2022).
Pada pukul 09:45 WIB, saham ambles 6,73% menjadi Rp 14.200/unit. Bahkan, saham sempat menyentuh batas  auto reject  bawah (ARB), beberapa menit sebelumnya.
Amblesnya saham sepertinya disebabkan karena investor langsung melakukan aksi jual ( profit taking ), setelah harganya melesat selama tiga hari beruntun.
Sebelum pelaksanaan  stock split ,harga saham pada harga Rp 94.500, dan sempat menjadi saham dengan harga nominal tertinggi saat itu.
Pasca  stock split  pada Jumat pekan lalu, saham langsung 'ngacir' hingga nyaris menyentuh kisaran harga Rp 10.000/unit. Bahkan beberapa hari setelah  stock split , harga saham sempat nyaris menyentuh Rp 15.000-an.
Kini, saham menjadi saham dengan kapitalisasi terbesar ketiga, di atas saham PT Bank Mandiri Tbk (). Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp 473,33 triliun.
Dari  orderbook -nya, tercatat sudah ada 6.690 lot transaksi saham pada awal perdagangan sesi I. Dari posisi order jual atau offer, tercatat sudah ada 3 lot antrian di harga Rp 14.250/unit. Sedangkan di posisi order beli atau bid, sudah ada 18 lot antrian di harga Rp 14.200/unit.
Namun di posisi bid, harga Rp 14.175/unit menjadi batas bawah hari ini, di mana ada 457 lot antrian di harga tersebut.
 Sanggahan:   Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut. 
(chd)

Sumber : www.cnbcindonesia.com