JSMR Integrasikan Tarif Tol Japek dan Japek II Elevated
Thursday, January 14, 2021       14:19 WIB

Ipotnews - PT Jasa Marga (Persero) Tbk () akan segera memberlakukan tarif pada jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Sejak dioperasikan pada 15 Desember 2019 lalu, jalan tol Japek II Elevated masih belum dikenakan tarif. Hingga saat ini pengguna jalan tol bisa melintasinya secara gratis. Adapun tarif terintegrasi tersebut akan diberlakukan pada 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB.
Corporate Communication & Community Development Group Head , Dwimawan Heru menjelaskan pemberlakuan tarif terintegrasi ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) No. 1524/KPTS/M/2020 tanggal 22 Oktober 2020 tentang Pengintegrasian Sistem Pengumpulan Tol, Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.
"Jadi kami garis bawahi sekali lagi, yang diberlakukan adalah tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang pengoperasiannya dengan ruas di bawahnya, bukan penyesuaian tarif dua tahunan sesuai Undang-Undang untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah," ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (14/1).
Heru menambahkan, walaupun Kepmen PUPR telah diterima sejak beberapa bulan lalu, namun pihaknya belum melakukan penyesuaian tarif dengan pertimbangan kondisi pandemi. Saat ini, dengan harapan pada penanganan pandemi Covid-19 melalui program vaksin, Jasa Marga akan memberlakukan tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang sebenarnya telah tertunda selama satu tahun lebih.
Lebih lanjut Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Vera Kirana menambahkan bahwa dengan penambahan kapasitas dari 4 lajur menjadi 6 lajur per jalurnya mempengaruhi kelancaran keseluruhan ruas jalan tol. Pendistribusian kapasitas di Japek karena adanya pemisahan perjalanan jarak jauh dan jarak dekat itulah yang juga mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata yang saat ini dirasakan oleh seluruh pengguna jalan, baik jarak jauh maupun jarak pendek.
Saat ini secara keseluruhan, Vera menjelaskan, dari data terlihat adanya penurunan V/C ratio untuk
Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah, salah satunya yang tertinggi yaitu di segmen Cikarang Timur - Karawang Barat yang semula 1,07 turun menjadi 0,63 (arah Cikampek) dan 1,10 turun menjadi 0,63 (Arah Jakarta) . Tidak hanya itu, terjadi penurunan signifikan untuk rata-rata V/C ratio di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, yang semula semula 0,80 menjadi 0,56 (arah Cikampek) dan semula 0,81 menjadi 0,54 (arah Jakarta).
Dijelaskannya bahwa integrasi tarif tol tersebut memberikan manfaat bagi pengguna jalan jarak dekat adalah distribusi lalu lintas lebih merata sehingga kelancaran di Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah dapat dirasakan cukup signifikan. Integrasi ini bisa menjadi solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan, sehingga dapat mengembalikan manfaat Jalan Tol Jakarta Cikampek yang lebih efisien bagi penggunanya. Selain itu akan tercipta efisiensi transaksi, yang seharusnya melakukan dua kali transaksi menjadi satu kali transaksi saja.
"Jika dioperasikan secara terpisah, tarif untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated mencapai Rp1.250 per kilometernya. Artinya, pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (jarak jauh) untuk Golongan 1 harus membayar tarif sebesar Rp 47.500 ditambah tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp15.000, sehingga total tarif untuk pengguna Jalan Tol JakartaCikampek II Elevated mencapai Rp62.500," kata dia.
(Marjudin)

Sumber : Admin
4,580
0.0 %
0 %

261

BidLot

348

OffLot