Kinerja Solid, Mitratel (MTEL) Raih Peringkat "idAAA"
Tuesday, May 24, 2022       13:36 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk () atau Mitratel meraih peringkat "idAAA" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Outlook untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".
Ayuningtyas N.P. dan Martin Pandiangan, analis PEFINDO mengemukakan, peringkat "idAAA" merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya adalah superior.
"PEFINDO memberikan peringkat "idAAA" kepada Mitratel. Dengan outlook untuk peringkat Perusahaan adalah stabil. Peringkat "idAAA" tersebut berlaku sejak 13 Mei 2022 hingga 01 Mei 2023," ungkap kedua analis itu dalam siaran pers di Jakarta belum lama ini.
Lebih lanjut, peringkat tersebut mencerminkan posisi Mitratel yang sangat kuat. Mitratel memiliki visibilitas pendapatan yang kuat dengan kontrak jangka panjang yang berasal dari pihak klien. "Mitratel memiliki profil bisnis yang sangat kuat disertai profil keuangan yang sangat kuat pula," jelas kedua analis PEFINDO.
Anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk () ini bergerak dibidang penyewaan menara. Pada 2021, Mitratel berhasil melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan meraup dana sebesar Rp18,8 triliun.
Sebagian besar dana hasil IPO, atau setara dengan 90%, dialokasikan untuk pembiayaan belanja modal (capital expenditure/capex), sedangkan 10% sisanya dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja.
Hingga kuartal I/2022, Mitratel membukukan laba bersih sebesar Rp 459 miliar. Laba bersih Mitratel pada kuartal I/2022 itu meningkat 34% secara tahunan jika dibandingkan sebesar Rp 343 miliar pada periode sama tahun 2021. Dengan demikian, marjin laba bersih juga meningkat, dari 22,3% pada kuartal I/2021 menjadi 24,6% pada kuartal I/2022.
Pertumbuhan laba Mitratel ditopang oleh meningkatnya pendapatan konsolidasi sebesar 21,5 menjadi Rp 1,870 triliun pada kuartal I/2022. Lebih rincinya, pendapatan konsolidasi Mitratel pada periode ini berasal dari segmen Tower Owned sebesar Rp 1,464 triliun, naik sebesar Rp 282 miliar atau sekitar 24,4% year on year (yoy).
Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sewa menara dan juga peningkatan kolokasi, termasuk dari aset hasil akuisisi menara Telkomsel dan Telkom pada Agustus 2021 lalu.
Selain itu, pendapatan Mitratel dari segmen Tower-Related Business juga melambung sebesar 34,1% atau naik Rp 59 miliar, dari Rp 170 miliar menjadi Rp 229 miliar. Peningkatan di segmen ini akibat kejelian Perusahaan dalam memilih peluang-peluang yang lebih menguntungkan.
Selanjutnya, EBITDA Mitratel juga bertumbuh sebesar Rp 322 miliar atau 28,8% yoy, mewakili marjin EBITDA Perseroan sebesar 77,1% yang meningkat 4,4 basis poin dibandingkan tahun lalu.
Per Maret 2022, Mitratel memiliki dan mengoperasikan 28.577 menara di Indonesia, bertambah 371 menara selama kuartal I 2022. Total portofolio Mitratel ini terdiri dari 12.034 menara di Jawa dan 16.543 menara berada di luar Jawa.

Sumber : Investor.id
720
0.0 %
0 %

6,382

BidLot

35,140

OffLot