Pasokan Global Mengetat, Tembaga London Bergerak Positif
Monday, January 17, 2022       14:54 WIB

Ipotnews - Harga tembaga bergerak lebih tinggi, Senin, menarik dukungan dari pasokan yang ketat, tetapi penguatannya dibatasi oleh apresiasi dolar karena investor meningkatkan spekulasi untuk beberapa kenaikan suku bunga Amerika tahun ini.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange bertambah 0,2% menjadi USD9.742,5 per ton pada pukul 14.00 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (17/1). Harga anjlok 2,4% pada sesi Jumat, menandai penurunan terbesar sejak 26 November.
Sementara itu, kontrak tembaga Februari yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange ditutup merosot 1,8% menjadi 70.170 yuan per ton.
"Covid-19 masih menyebabkan masalah logistik secara global dan penundaan aktivitas perdagangan membuat tingkat persediaan lebih kecil dari sebelumnya," kata analis CRU, He Tianyu.
Persediaan tembaga LME berdasarkan waran berada di posisi 78.375 ton, menyusut 67% dari level tertinggi Agustus.
Stok di gudang yang dipantau oleh Shanghai Futures Exchange berada di 30.330 ton, mendekati level terendah sejak 2009.
Harga diperkirakan bergejolak di tengah tingkat persediaan yang rendah dan konsumsi yang menurun menjelang liburan Festival Musim Semi China, papar Jinrui Futures.
Di sisi lain, data menunjukkan ekonomi China--konsumen logam utama--pulih pada 2021 dari kejatuhan yang disebabkan pandemi, tetapi konsumsi yang lemah pada akhir tahun dan pelambatan properti menunjukkan momentum meredup dan kebutuhan akan lebih banyak dukungan kebijakan.
Bank Sentral China memangkas suku bunga pinjaman untuk meredam risiko perlambatan ekonomi lebih lanjut.
Membatasi kenaikan harga lebih lanjut, dolar mempertahankan kenaikan, setelah memantul dari level terendah lebih dari dua bulan di sesi sebelumnya.
Aluminium LME naik 0,6% menjadi USD2.995 per ton, nikel turun 0,2% menjadi USD22.155 per ton, timbal bertambah 0,6% menjadi USD2.370 per ton, seng meningkat 0,2% menjadi USD3.529,5 per ton dan timah menguat 0,4% menjadi USD40.500 per ton.
Premi untuk nikel tunai atas kontrak tiga bulan melonjak menjadi USD376,50 per ton, tertinggi sejak April 2009, menunjukkan ketatnya pasokan. Sementara, stok nikel di gudang LME berada di posisi 97.746 ton, level terendah sejak Desember 2019.
Stok di gudang Shanghai Futures Exchange mendekati rekor terendah 4.711 ton.
Aluminium ShFE turun 0,5% menjadi 21.125 yuan per ton, nikel melemah 0,9% pada 162.580 yuan, seng anjlok 1,5% menjadi 24.545 yuan, timbal naik 0,5% menjadi 15.660 yuan dan timah meningkat 0,3% menjadi 308.080 yuan.
Output aluminium China untuk 2021 mencapai rekor tertinggi, data resmi menunjukkan, meski produksi bulanan pada Desember turun dari periode yang sama tahun sebelumnya. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru