Pertahankan Dominasi Pasar, Simak Lima Strategi Semen Indonesia (SMGR)
Friday, December 01, 2023       09:26 WIB

IDXC hannel - Hingga akhir triwulan III-2023, PT Semen Indonesia Tbk () tetap kokoh dalam mempertahankan dominasinya di industri bahan bangunan di Indonesia.
Dalam Paparan Publik yang disampaikan Selasa(28/11/2023), holding Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) di industri semen tersebut menyampaikan lima strategi yang telah disiapkan dan dijalankan perusahaan sejauh ini.
Lima strategi tersebut meliputi penguatan inovasi untuk menghasilkan produk bahan bangunan bermutu, memastikan layanan yang berkualitas, dan menciptakan peluang-peluang baru untuk meningkatkan daya saing.
Selain itu, juga bertekad mencapai efisiensi dan operasional berkelanjutan, serta senantiasa meningkatkan profitabilitas Perusahaan.
"Di tengah kondisi persaingan pasar yang ketat sebagai akibat dari kelebihan kapasitas produksi semen, pengembangan diversifikasi produk dan layanan menjadi sebuah keharusan untuk menjajaki peluang-peluang bisnis baru yang berkontribusi pada kinerja positif dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio , Andriano Hosny Panangian, dalam paparannya.
Untuk mencapai visi menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional, menurut Andriano, pihaknya terus meningkatkan kapabilitas untuk mempertahankan kepemimpinan pasar.
Baik itu dalam pelaksanaan kegiatan operasional, pengelolaan harga dan pasar, hingga manajemen keuangan yang baik.
Dengan dukungan sumber daya yang kompeten, fasilitas produksi dan distribusi yang luas, serta finansial yang kuat, SIG akan mampu menghadirkan produk dan layanan inovatif dan berkualitas untuk melayani berbagai kebutuhan pembangunan di pasar nasional maupun regional.
Menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar semen di Indonesia, saat ini SIG memiliki tujuh merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di masing-masing regionnya, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, Semen Baturaja, serta Thang Long Cement.
Operasional SIG didukung pabrik semen terintegrasi di sembilan lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, 8 pabrik penggilingan semen, dan tujuh pelabuhan. Sedangkan jalur distribusi diperkuat oleh 385 distributor baik di Indonesia maupun di Vietnam ( TLCC ), serta 70.000 toko ritel di Indonesia.
SIG juga menjalankan sejumlah lini bisnis lain sebagai bentuk pengembangan diversifikasi produk dan layanan, seperti lini bisnis turunan semen, yang meliputi beton siap pakai, mortar, dan pracetak, serta ekosistem bisnis end-to-end yang meliputi pertambangan, kemasan, pengelolaan limbah ramah lingkungan, logistik, layanan teknologi informasi dan kawasan industri.
SIG melihat industri semen nasional memiliki prospek yang baik, didorong oleh permintaan semen untuk pengembangan properti dan perumahan menyusul backlog pembangunan perumahan nasional yang mencapai 12,75 juta unit pada tahun 2022, dan masifnya pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia yang menjadi agenda prioritas pembangunan pemerintah.
"Pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) juga akan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri semen nasional. SIG sendiri berada pada posisi strategis untuk mendukung pembangunan IKN dengan memasok bahan bangunan sesuai kebutuhan karena memiliki fasilitas di Balikpapan dan Samarinda yang cukup dekat dengan lokasi proyek," tutur Andriano.
Andriano menambahkan, pihaknya secara konsisten menjalankan operational excellence untuk meningkatkan profitabilitas melalui sejumlah inisiatif yang dikembangkan Perseroan untuk dapat mencapai optimalisasi kegiatan distribusi, efisiensi indeks konsumsi batu bara, peningkatan pemanfaatan energi alternatif, efisiensi biaya operasi dan efisiensi biaya keuangan dari program deleveraging.
"Pada periode Januari sampai September 2023, kami berhasil mencatatkan peningkatan volume penjualan sebesar 5,9 persen menjadi 29,2 ton juta ton, serta kenaikan pendapatan sebesar empat persen menjadi Rp27,7 triliun," ungkap Andriano.
Sejalan dengan peningkatan volume penjualan dan kenaikan pendapatan, dikatakan Andriano, SIG juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,71 triliun atau naik 1,8 persen dari periode sebelumnya.
SIG membuktikan resiliensi tak hanya dari capaian bisnis, tetapi juga operasional berkelanjutan yang menjadi daya saing Perusahaan. Hingga akhir kuartal III/2023, substitusi energi panas (TSR) menjadi 7,29 persen. Emisi GRK Cakupan 1 turun 16,94 persen menjadi 588 kg CO2/ton semen ekuivalen dari baseline 2010 (708 kg CO2/ton semen ekuivalen).
"Capaian ini diperoleh dari efisiensi clinker factor, penggunaan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara, dan optimalisasi Specific Thermal Energy Consumption ( STEC )," tegas Andriano.

Sumber : idxchannel.com