Reli Aset Berisiko Hambat Laju Dolar, Yuan Melesat Tajam
Thursday, July 09, 2020       13:28 WIB

Ipotnews - Dolar merosot terhadap sebagian besar mata uang, Kamis, karena reli aset berisiko seperti ekuitas global dan komoditas memukul permintaan  safe-haven  bagi mata uang Amerika Serikat tersebut.
Yuan melesat ke level tertinggi empat bulan terhadap  greenback,  memperpanjang kenaikan baru-baru ini karena investor meningkatkan posisi di saham China di tengah tanda-tanda pertumbuhan pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia itu, demikian laporan  Reuters,  di Tokyo, Kamis (9/7).
Kekhawatiran yang berkepanjangan tentang penyebaran virus korona bisa menahan beberapa pasangan mata uang dalam kisaran yang ketat, tetapi depresiasi dolar meningkat secara bertahap ketika sentimen mendukung  riskier bets  pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
"Menguatnya saham dan pelemahan imbal hasil US Treasury sedikit negatif bagi dolar, tetapi pasar tidak bisa bergerak terlalu jauh karena kita masih khawatir tentang virus," kata Minori Uchida, Kepala Riset Pasar Global MUFG Bank.
"Banyak data ekonomi AS terlihat positif, jadi ini akan menjadi faktor perdagangan ke depan. Orang mencari isyarat dari saham, imbal hasil, dan biaya lindung nilai."
Terhadap euro, dolar turun 0,3% menjadi USD1,1365, mencapai level terendah satu bulan.
Euro bisa mendapatkan dorongan lebih lanjut hari ini karena Jerman dijadwalkan merilis data ekspor. Ekonom memperkirakan ekspor dari ekonomi terbesar zona euro itu bakal rebound tajam pada Mei dari penurunan besar pada bulan sebelumnya.
Dolar AS juga jatuh ke level terendah tiga pekan terhadap poundsterling, yakni USD1,2637. Poundsterling naik tipis menjadi 89,97 pence per euro.
Dolar jatuh ke level terendah empat bulan di 0,9365 franc Swiss, dan sedikit berubah terhadap yen di posisi 107,27 yen.
Saham China melanjutkan reli baru-baru ini dan melonjak ke tingkat tertinggi lima tahun selama sesi Asia.
Investor juga mencermati klaim pengangguran mingguan Amerika yang akan dirilis Kamis waktu setempat, tetapi dolar tampaknya akan tetap berada di jalur depresiasi hingga saat itu.
Yuan di pasar  onshore  melesat melewati level 7 yang diawasi ketat untuk mencapai tingkat tertinggi hampir empat bulan, yakni 6,9820 per dolar.
Yuan menjadi bintang karena investor mengabaikan ketegangan diplomatik antara Washington dan Beijing untuk fokus pada peningkatan ekonomi China dan sektor teknologinya yang menarik.
Yuan melambung sekitar 2,7% dari tingkat terendah tujuh bulan terhadap dolar yang dicapai pada 27 Mei.
Kendati beberapa investor enggan untuk mengambil posisi besar sebelum liburan musim panas di tengah ketidakpastian seputar pandemi virus korona, analis mengatakan sentimen lebih mendukung pelemahan dolar AS ketika investor mencoba untuk mengabaikan lonjakan kasus virus korona di beberapa negara baru-baru ini.
Di tempat lain, dolar Australia naik ke level tertinggi satu bulan USD0,695. Menyoroti ketidakberdayaan  greenback,  dolar Selandia Baru menguat ke posisi USD0,6590, tingkat tertinggi sejak akhir Januari. (ef)

Sumber : Admin