Sasar milenial, Ciputra Development (CTRA) garap proyek Citra Landmark
Friday, February 14, 2020       19:28 WIB

JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk () meluncurkan proyek baru yang menyasar kaum milenial yaitu Citra Landmark. Proyek ini merupakan proyek apartemen yang berdiri di lahan seluas 7 hektare di daerah Ciracas, Jakarta Timur.
Senior Director Ciputra Group Artadinata Djangkar mengatakan ini merupakan proyek kondominium pertama di Jakarta berkonsep  transit oriented development  (TOD) dengan harga yang terjangkau di kisaran Rp 300 juta hingga Rp 800 juta. Dia menambahkan jarak antara hunian dengan stasiun  light rail transit  (LRT) hanya sekitar 1,2 kilometer (km).
Citra Landmark rencananya terdiri dari 11  tower  apartemen dengan tipe unit mulai dari studio, 2 kamar dan 3 kamar tidur. Adapun luas per unit sekitar 21 meter persegi (m2) hingga 54 m2.
Di tahun ini, akan mendirikan dua  tower  dengan jumlah 600 unit untuk setiap towernya. Adapun nilai proyek untuk membangun dua  tower  tersebut sekitar Rp 1,2 triliun dan diperkirakan selesai dalam waktu 3,5 tahun.
Proyek ini dikembangkan Ciputra Group bersama dengan Trisula Corporation dan Asia Green Real Estate sebagai mitra  joint-venture . Trisula sebagai pemilik tanah, Ciputra sebagai  brand management  dan Asia Green sebagai  fund property . Ketiganya terjalin kerjasama dalam bentuk kepemilikan saham ( share holder ).
Lebih lanjut, Arta mengatakan, proyek ini akan mulai  grand launching  pada April 2020. Sehingga proyek ini sudah bisa menyumbang kinerja perusahaan di tahun ini. Sayangnya, Arta masih belum mau memberikan informasi rinci soal target penjualan.
Dalam pembangunan proyek ini, menggandeng 20 mitra strategis. Untuk membantu penghuni mencari furnitur, Ciputra menggandeng Dekoruma, Fabelio, dan Idemu by Vivere. Sedangkan untuk kemudahan akses, perusahaan menggandeng Gojek.
Mitra lainnya adalah Gowork, Lamudi, Rentfix, Tokopedia, Travelio, Bank BCA, CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank UOB, CCB Bank, Century 21 Indonesia, ERA Indonesia, Promex Indonesia dan Ray White Indonesia. '
"Sebetulnya kami ingin mendekatkan diri dengan pasar milenial. Nah, pasar ini kan tertarik dengan nama-nama tadi dan kebetulan partner-partner tersebut akan memiliki keterkaitan dengan fungsi properti kami," ujar Artadinata, Jumat (14/2).
Ini juga sebagai upaya perusahaan menjawab tantangan di pasar properti. Dengan melihat geliat pasar yang masih bertumbuh adalah untuk segmen properti dengan harga terjangkau, maka akhirnya perusahaan memilih pasar kaum milenial dengan penghasilan sekitar Rp 10 juta per bulan.

Sumber : KONTAN.CO.ID
945
-2.6 %
-25 %

2

BidLot

11,811

OffLot