Wall Street Relatif Flat di Tengah Ketidakpastian Kesepakatan AS-China
Thursday, November 07, 2019       04:55 WIB

Ipotnews - Saham Walll Street ditutup relatif flat, Rabu, berjuang untuk mempertahankan reli baru-baru ini yang mendorong pasar ke rekor tertinggi, karena para  trader  khawatir tentang diskusi perdagangan AS-China.
Dow Jones Industrial Average mendatar, hanya kehilangan hanya 7 poin menjadi 27.492,56, demikian laporan   CNBC   dan  AFP , di New York, Rabu (6/11) atau Kamis (7/11) pagi WIB. Dow menyentuh rekor penutupan pada sesi sebelumnya.
Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 juga nyaris tidak berubah, menguat 2,16 poin atau 0,07% menjadi 3.076,77. Nasdaq Composite Index turun 24,05 poin atau hampir 0,29% karena raksasa teknologi termasuk Amazon, Microsoft, Apple dan Facebook semuanya berkinerja buruk.
Saham mencapai posisi terendahnya setelah laporan mengatakan Presiden Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping kemungkinan tidak akan bertemu untuk menandatangani kesepakatan perdagangan sampai Desember.
"Mengingat 80 persen dari reli sejak September didasarkan pada kemajuan dalam perdagangan, adalah wajar bahwa investor akan sedikit gugup setiap kali pertemuan mengalami kemunduran kembali," kata Gregori Volokhine, analis Meeschaert Financial Services.
Pertemuan antara Trump dan Xi dapat ditunda karena kedua belah pihak masih perlu memutuskan sejumlah persyaratan dan tempat, kata pejabat senior pemerintah kepada   CNBC  . Trump dijadwalkan berada di London untuk pertemuan para pemimpin pada 3-4 Desember, dan penandatanganan potensial dapat terjadi di dekatnya sebelum atau setelah kunjungan itu,   CNBC   melaporkan.
"Ini lebih lama ketimbang yang mereka inginkan dan semakin lama membentang, semakin besar risiko untuk meledak," kata Art Cashin, Direktur Operasi UBS.
Bulan lalu, AS dan China menyepakati "gencatan" dan mulai bekerja untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan "fase pertama" yang mencakup jeda dalam peningkatan tarif dan China membeli produk pertanian AS. Trump mengatakan pekan lalu lokasi baru untuk menandatangani kesepakatan terbatas itu akan diumumkan segera setelah pertemuan awal pada pertengahan November dibatalkan karena alasan yang tidak terkait.
"Pergantian sentimen negatif yang kita lihat hari ini hanyalah bukti bahwa kenaikan dalam beberapa minggu terakhir cukup rapuh," kata Lauren Goodwin, ekonom New York Life Investments. "Ini didasarkan pada antusiasme daripada data fundamental apa pun."
Saham HP melonjak lebih dari 6%, Rabu, setelah Xerox dilaporkan membuat penawaran  cash-and-stock  untuk pabrikan PC dan printer itu. CVS Health melesat 5,3% karena laba kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan.
Saham mendapat dorongan dari data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan kuartal ini. Ukuran aktivitas jasa AS melampaui ekspektasi untuk periode Oktober, sementara pasar tenaga kerja tetap solid karena penciptaan lapangan kerja dengan mudah melampaui estimasi bulan lalu.
Namun, produktivitas AS turun paling besar sejak kuartal keempat 2015 selama kuartal ketiga, tutur Departemen Tenaga Kerja, Rabu.
"Karena kenaikan itu didorong oleh sentimen risiko, ini tidak berkelanjutan kecuali kita melihat perubahan yang berarti dalam pertumbuhan ekonomi," kata Goodwin. "Ini tiga atau empat bulan peningkatan, bukan hanya data ekonomi yang stabil, dan saya melihat itu sangat, sangat tidak mungkin."
Kendatilaba perusahaan sebagian besar solid pada musim laporan keuangan kali ini, perusahaan menurunkan ekspektasi laba mereka, yang dapat membebani pasar. Perusahaan S&P 500 sekarang memperkirakan pertumbuhan laba mereka kurang dari 1% ( year-over-year ), dibandingkan tingkat kenaikan 23%, 14 bulan yang lalu, menurut UBS.
Kenaikan Dow ( year-to-date ) sekarang berada di posisi hampir 18% setelah menguat 3,3% pada bulan lalu. S&P 500 naik lebih dari 22% tahun ini setelah melonjak 4% dalam sebulan terakhir. (ef)

Sumber : Admin
1,055
0.0 %
0 %

833

BidLot

204

OffLot