Wall Street Menghijau, S&P 500 Cetak Rekor Berkat Reli Saham Teknologi
Friday, August 14, 2026       04:37 WIB
  • S&P 500 cetak rekor baru didorong saham teknologi dan inflasi produsen AS yang terkendali.
  • Sandisk dan Meta naik, sedangkan Cisco dan Tapestry anjlok akibat proyeksi yang mengecewakan.
  • Data ekonomi yang stabil memperkuat ekspektasi the Fed menahan suku bunga pada September.

Ipotnews -- Bursa ekuitas Wall Street menghijau, Kamis, dengan indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi, didorong penguatan saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Sandisk, dan sentimen positif terhadap prospek suku bunga Federal Reserve setelah data inflasi produsen Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga yang terkendali.
Indeks berbasis luas S&P 500 menguat 0,65% atau 50,49 poin menjadi 7.798,99, melampaui rekor penutupan yang dicapai Jumat pekan lalu, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (13/8) atau Jumat (14/8) pagi WIB.
Sementara, Nasdaq Composite Index ditutup melompat 0,81% atau 214,53 poin jadi 26.803,03, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,13% atau 69,72 poin ke posisi 53.839,99.
Saham produsen chip memori Sandisk melambung 13,7%, sementara Micron Technology melesat 4,2%. Microsoft bertambah hampir 1% dan Meta Platforms naik 2,8%.
Sebaliknya, saham perusahaan komputasi awan berbasis kecerdasan buatan (AI), CoreWeave, melorot 1,3%. Saham perusahaan tersebut sebelumnya melonjak 19% pada Rabu setelah menaikkan proyeksi belanja modal tahunan.
Proyeksi kinerja yang kuat dari sejumlah perusahaan kakap dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Microsoft dan Amazon, turut meredakan kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja untuk membangun pusat data AI.
"Ledakan teknologi yang didorong oleh kinerja laba AI terus berlanjut. Ini adalah ledakan laba, bukan gelembung," kata Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors di New York.
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area positif. Sektor jasa komunikasi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,56%, disusul sektor real estat yang meningkat 1,34%.
Sepanjang 2026, S&P 500 melejit sekitar 14%, sedangkan Nasdaq mencatat keuntungan sekitar 15%.
Data ekonomi juga memberikan sentimen positif bagi pasar. Harga produsen Amerika tidak berubah pada Juli karena penurunan harga barang mengimbangi kenaikan tipis biaya jasa. Pada saat yang sama, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat moderat pekan lalu, memperlihatkan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil.
Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 63% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan depan.
Di tengah perkembangan tersebut, saham Cisco Systems anjlok 8,4%. Perusahaan peralatan jaringan itu memang memberikan proyeksi pendapatan yang optimistis, tetapi perkiraan tersebut dinilai belum cukup memenuhi ekspektasi investor yang sudah tinggi.
Saham Netflix melesat 5,4% setelah investor miliarder Bill Ackman mengungkapkan kepemilikan baru pada perusahaan layanan streaming tersebut sebagai bagian dari perubahan terbesar portofolio Pershing Square dalam beberapa tahun terakhir.
Dell Technologies melompat 2,1%, sementara HP melonjak 6,9% setelah laporan kinerja kuartalan Lenovo dari China melampaui ekspektasi.
Di sisi lain, saham Tapestry ambles lebih dari 16% setelah pemilik merek Coach tersebut memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan yang lemah.
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik. Iran dan Amerika Serikat masih berselisih mengenai upaya mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang Iran, menurut seorang sumber senior Iran. Lalu lintas melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global juga masih sangat terbatas.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent ditutup merosot sekitar 2% menjadi USD87,07 per barel.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik melampaui yang turun dalam indeks S&P 500 dengan rasio 1,7 banding satu.
Indeks S&P 500 mencatat 30 level tertinggi baru dan satu level terendah baru; sementara Nasdaq membukukan 155 level tertinggi baru dan 85 level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street tercatat rendah, dengan 16,1 miliar saham ditransaksikan, dibandingkan rata-rata 17,5 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Salesforce Inc (4,14%)
-Verizon Communications Inc (2,64%)
-Merck & Company Inc (1,98%)
Saham berkinerja terburuk
-Cisco Systems Inc (-8,38%)
-Unitedhealth Group (-1,58%)
-McDonald's Corporation (-1,27%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Godaddy Inc (9,45%)
-CoStar Group Inc (8,36%)
-Fiserv Inc (7,64%)
Saham berkinerja terburuk
-Tapestry Inc (-16,49%)
-Cisco Systems Inc (-8,38%)
-Corning Incorporated (-5,32%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-SolarMax Technology Inc (1.037,84%)
-XChange TECINC DRC (348,04%)
-FGI Industries Ltd (147,78%)
Saham berkinerja terburuk
-Leslies Inc (-41,67%)
-Founder Group Ltd (-36,66%)
-Cellebrite DI (-29,08%)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM