- Wall Street ceria, S&P 500 naik 1,01% dipimpin saham teknologi dan AI, Nasdaq melonjak 1,22%.
- Saham Meta, Nvidia, Micron, dan Tesla naik terkait investasi dan inovasi AI.
- Penurunan harga minyak dan prospek stabilitas Selat Hormuz mendukung sentimen pasar.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melesat, Senin, didorong lonjakan saham terkait kecerdasan buatan (AI) dan meredanya harga minyak di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah. Kenaikan ini menandai hari terbaik S&P 500 dalam lebih dari sebulan.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup melambung 1,01 persen atau 67,19 poin menjadi 6.699,38, sementara Nasdaq Composite Index melonjak 1,22 persen atau 268,81 poin ke posisi 22.374,18, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,83 persen atau 387,94 poin jadi 46.946,41, demikian laporan Reuters dan Investing, di San Francisco, Senin (16/3) atau Selasa (17/3) pagi WIB.
Semua 11 sektor S&P 500 mencatat kenaikan, dengan teknologi informasi memimpin penguatan sebesar 1,39 persen, diikuti sektor consumer discretionary yang melompat 1,34 persen.
Indeks volatilitas CBOE (VIX), yang menjadi tolok ukur rasa takut investor, anjlok 3,68 poin atau 13,53 persen ke 23,7, sementara indeks Russell 2000 yang sensitif terhadap suku bunga naik 0,94 persen atau 23,41 poin menjadi 2.503,29.
Saham Meta Platforms melejit 2,3 persen setelah Reuters melaporkan rencana perusahaan untuk memangkas setidaknya 20 persen tenaga kerjanya guna menyeimbangkan investasi mahal di infrastruktur AI dan mempersiapkan efisiensi yang lebih besar melalui pekerja berbasis AI.
Saham Nvidia juga naik 1,6 persen setelah CEO Jensen Huang mengumumkan komponen baru pada konferensi tahunan pengembang perusahaan tersebut.
Foxconn Taiwan, produsen server AI menggunakan chip Nvidia, memberikan perkiraan pendapatan kuartal yang kuat, sementara saham Tesla melesat 1,1 persen setelah CEO Elon Musk mengumumkan peluncuran proyek AI chip Terafab dalam tujuh hari.
Micron Technology mencatat kenaikan 3,7 persen setelah mengumumkan rencana fasilitas produksi kedua di Taiwan.
Penurunan harga minyak setelah Amerika Serikat menyatakan akan "baik-baik saja" dengan beberapa kapal Iran, India, dan China melintas melalui Selat Hormuz turut memberikan sedikit dorongan positif bagi pasar.
Terry Sandven, Chief Equity Strategist U.S. Bank Wealth Management, mengatakan pergerakan kapal tanker tersebut menjadi kabar positif bagi stabilitas ekonomi global, meski ketidakpastian mengenai durasi konflik tetap tinggi.
Kenaikan harga energi kemungkinan akan menjadi perhatian utama dalam pertemuan bank sentral global minggu ini.
Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan dua hari, Rabu. Data dari LSEG menunjukkan pasar telah menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin hingga Oktober, dibandingkan prediksi sebelumnya yang menargetkan Juli.
James McCann, ekonom Edward Jones, memperingatkan agar sinyal dari pertemuan the Fed diambil dengan hati-hati, karena volatilitas harga minyak dan posisi terakhir Chairman Jerome Powell dapat memengaruhi respons pasar.
Meski mengalami tekanan selama tiga minggu terakhir, bursa ekuitas Wall Street masih menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan rekan globalnya, ditopang rebound pada saham teknologi dan status Amerika Serikat sebagai negara net eksportir minyak. Namun, S&P 500 masih melorot sekitar 2 persen sepanjang 2026.
Produksi industri Amerika sepanjang Februari tercatat naik 0,2 persen, sedikit di atas ekspektasi 0,1 persen.
Saham sektor perjalanan juga menguat, dengan Delta Air Lines melejit 3,5 persen dan Norwegian Cruise Line Holdings 5,1 persen, terdorong harga minyak yang lebih rendah.
Saham kripto Strategy Inc melambung 5,6 persen seiring reli bitcoin sekitar 3 persen. Dollar Tree, peritel diskon, melonjak 6,4 persen setelah sinyal bahwa perusahaan bisa diuntungkan dari tarif yang lebih menguntungkan dalam waktu dekat.
Jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun di indeks S&P 500 dengan rasio 3,1 banding 1.
S&P 500 mencatat 16 rekor tertinggi baru dan 10 rekor terendah baru; Nasdaq membukukan 51 rekor tertinggi baru dan 138 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street relatif rendah, dengan 17,4 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 19,9 miliar saham selama 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Salesforce Inc (2,86%)
-Amazon.com Inc (1,96%)
-Boeing Co (1,71%)
Saham berkinerja terburuk
-Verizon Communications Inc (-0,80%)
-3M Company (-0,67%)
-Walt Disney Company (-0,63%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Dollar Tree Inc (6,43%)
-Norwegian Cruise Line Holdings Ltd (5,14%)
-Western Digital Corporation (5,11%)
Saham berkinerja terburuk
-The Mosaic Company (-5,60%)
-CF Industries Holdings Inc (-5,59%)
-CrowdStrike Holdings Inc (-4,06%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-ClearSign Combustion Corporation (905,77%)
-Urgent.ly Inc (164,53%)
-HCW Biologics Inc (76,03%)
Saham berkinerja terburuk
-Paranovus Entertainment Technology Ltd (-70,75%)
-Lyra Therapeutics Inc (-62,50%)
-Cycurion Inc (-37,58%)
Sumber : Admin
powered by: IPOTNEWS.COM