- S&P 500 turun 0,32% ke 7.728,20, Nasdaq -0,6% dan Dow -0,34%.
- Amazon dan Alphabet menekan pasar di tengah ketidakpastian kesepakatan AS-Iran.
- Investor menanti data inflasi AS untuk petunjuk arah suku bunga the Fed.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melemah pada perdagangan Selasa, dengan saham Amazon dan Alphabet menjadi penekan utama, seiring meningkatnya pesimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 0,32% atau 24,91 poin menjadi 7.728,20, Nasdaq Composite Index melorot 0,6% atau 159,91 poin ke posisi 26.445,45, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,34% atau 184,13 poin jadi 53.791,85, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Selasa (11/8) atau Rabu (12/8) pagi WIB.
Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat tidak mengubah sikap dan menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang, kata sekretaris baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Harga minyak mentah Brent bertahan di dekat level tertinggi satu pekan dalam perdagangan yang berfluktuasi. Kondisi tersebut menopang indeks sektor energi S&P 500 melompat 1,1%.
"Seperti yang terjadi selama berbulan-bulan, sangat sulit mencapai kesepakatan yang dapat diterima semua pihak. Harga minyak sedikit lebih tinggi karena memperhitungkan meningkatnya ketidakpastian," kata Ross Mayfield, Investment Strategy Analyst Baird, Louisville.
Menurut dia, pasar memang beberapa kali bergejolak akibat konflik tersebut, tetapi dampaknya sejauh ini belum menjadi tekanan besar seperti yang sebelumnya dikhawatirkan investor.
Saham Amazon menyusut 2,1%, sementara Alphabet merosot 3,8%. Keduanya menjadi beban utama bagi S&P 500 dan Nasdaq. Saham SpaceX juga melorot hampir 4%.
Sebaliknya, saham perusahaan pengelola aset alternatif menguat. Apollo Global melesat 6,2%, sedangkan Blackstone melonjak hampir 4%. Kedua perusahaan tersebut termasuk institusi keuangan yang baru-baru ini bermitra dengan Nvidia untuk membangun platform pembiayaan komputasi yang ditujukan mengerahkan dana lebih dari USD500 miliar.
Meski S&P 500 tersungkur, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,2 banding 1.
S&P 500 mencatat 22 saham yang mencapai level tertinggi baru dan satu saham mencetak level terendah baru. Di Nasdaq, terdapat 108 saham yang mencetak rekor tertinggi baru dan 75 saham yang mencapai level terendah baru.
Laporan keuangan kuartalan yang kuat sebelumnya mendorong S&P 500 ke rekor tertinggi pekan lalu. Namun, Nasdaq masih sekitar 2% di bawah rekor penutupan yang dicapai pada 2 Juni.
Sentimen pasar juga terbantu tanda-tanda bahwa investasi besar Microsoft dan Amazon dalam pusat data kecerdasan buatan (AI) mulai menghasilkan keuntungan.
Investor selanjutnya menantikan data inflasi konsumen dan produsen Amerika yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi penting untuk menentukan ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve, terutama setelah Chairman Kevin Warsh berupaya mengurangi pemberian panduan terkait kebijakan moneter.
Pelaku pasar masih terbelah mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga the Fed pada pertemuan September, berdasarkan FedWatch Tool CME Group.
Kenaikan harga energi akibat konflik Iran turut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat bank sentral di berbagai negara menghadapi tantangan lebih besar dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Di antara saham yang bergerak signifikan, Jabil melambung 5,9% setelah UBS menaikkan rekomendasi saham perusahaan elektronik tersebut menjadi "buy" dari "neutral".
Sementara itu, saham On yang tercatat di Wall Street ambles 20,3% setelah perusahaan pakaian olahraga tersebut membukukan penjualan di bawah ekspektasi.
Saham Venture Global, perusahaan gas alam cair (LNG), menukik 7,3% setelah pendapatan kuartal kedua sedikit di bawah perkiraan analis.
Aktivitas perdagangan di bursa Wall Street relatif sepi. Sekitar 15 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 17,6 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Home Depot Inc (1,05%)
-Chevron Corp (0,90%)
-International Business Machines (0,90%)
Saham berkinerja terburuk
-Honeywell International Inc (-5,27%)
-Amazon.com Inc (-2,10%)
-Nike Inc (-1,96%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-KKR & Co LP (6,91%)
-Axon Enterprise Inc (6,69%)
-Jabil Circuit Inc (5,94%)
Saham berkinerja terburuk
-Amentum Holdings LLC (-8,18%)
-Ventas Inc (-5,43%)
-Honeywell International Inc (-5,27%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-WF International Ltd (96,86%)
-Quantum Corporation (64,69%)
-Allied Esports Entertainment Inc (50,71%)
Saham berkinerja terburuk
-PDS Biotechnology Corp (-64,87%)
-ReTo Eco-Solutions Inc (-53,85%)
-Beachbody Company Inc (-38,45%)
Sumber : Admin
powered by: IPOTNEWS.COM