- S&P 500 turun 0,69%, Nasdaq -1,33%, dan Dow -0,22%.
- Saham semikonduktor anjlok 5%, dengan Nvidia turun 2,3% dan Micron 7%.
- Investor beralih ke sektor defensif; energi naik 1,8% dan kesehatan 1,6%.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melempem, Selasa, dengan saham semikonduktor memimpin kejatuhan sektor teknologi. Ketidakpastian di Timur Tengah mendorong imbal hasil obligasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun, meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya pinjaman dan inflasi.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 53,30 poin atau 0,69% menjadi 7.691,76, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 355,20 poin atau 1,33% ke posisi 26.289,71. Keduanya mencatat penurunan harian terbesar secara persentase sejak 29 Juli.
Dow Jones Industrial Average melemah 116,38 poin atau 0,22% menjadi 53.343,40, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Selasa (18/8) atau Rabu (19/8) dini hari WIB.
Memudarnya harapan tercapainya perdamaian di Timur Tengah mendorong harga minyak naik dan memicu lonjakan imbal hasil US Treasury bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga sempat mencapai posisi puncak sejak Januari 2025.
Indeks Philadelphia SE Semiconductor anjlok 5% setelah investor melepas saham yang sebelumnya melesat berkat tingginya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI). Kenaikan biaya pinjaman membuat investor menurunkan valuasi terhadap potensi pertumbuhan laba perusahaan teknologi.
Portfolio Manager NFJ Investment Group, Burns McKinney, mengatakan kenaikan yield terjadi seperti efek domino. Ketika pembicaraan damai gagal, harga minyak naik, kemudian ekspektasi inflasi meningkat dan akhirnya imbal hasil obligasi ikut terdorong.
Menurut dia, setiap kenaikan imbal hasil obligasi cenderung memberikan tekanan lebih besar terhadap saham-saham teknologi.
Di antara 11 sektor utama S&P 500, teknologi informasi menjadi pemberat indeks terbesar sekaligus mencatat penurunan persentase paling dalam, yakni 1,9%.
Saham perusahaan chip menjadi penekan utama indeks. Nvidia, produsen chip AI terbesar, melorot 2,3%, sementara Micron Technology anjlok 7% setelah sebelumnya melonjak hampir 18% dalam lima sesi perdagangan terakhir.
Saham perusahaan penyimpanan data Sandisk dan Western Digital juga tertekan masing-masing 9% dan 7,4%. Roundhill Memory ETF merosot 8,8% setelah mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut.
Chief Investment Officer SignatureFD, Tony Welch, mengatakan kenaikan suku bunga dapat dengan cepat mematahkan reli saham berbasis momentum. Menurut dia, kenaikan yield menunjukkan kebijakan Federal Reserve kemungkinan terlalu longgar dibandingkan prospek pertumbuhan dan inflasi saat ini.
Investor kemudian beralih dari sektor pertumbuhan tinggi menuju sektor yang lebih defensif. Saham kesehatan melesat 1,6%, sedangkan sektor barang konsumsi primer melompat 1,1%.
Indeks volatilitas Wall Street, yang kerap disebut sebagai pengukur ketakutan pasar, naik 0,65 poin menjadi 15,84, sekaligus mencatat penutupan tertinggi sejak 4 Agustus.
Sektor energi S&P 500 menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,8%, ditopang harga minyak yang lebih tinggi. Menjelang penutupan, kontrak minyak mentah WTI memangkas sebagian besar kenaikannya, tetapi tetap berakhir naik 0,5% setelah Iran mengancam beralih ke postur militer yang "sepenuhnya ofensif" dan Washington menolak memperpanjang kesepakatan gencatan senjata.
Saham peritel perlengkapan rumah Home Depot turun tipis 0,1% meski perusahaan mencatat penjualan kuartal II di atas perkiraan.
Investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah peritel besar lainnya pada pekan ini, termasuk Walmart. Risalah rapat Federal Reserve pada Juli yang akan dirilis Rabu diperkirakan memberikan petunjuk tambahan mengenai penilaian bank sentral terhadap kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneternya.
Laporan keuangan kuartalan Nvidia yang akan datang juga menjadi perhatian utama investor dan dipandang sebagai ujian berikutnya bagi reli saham yang didorong optimisme terhadap AI.
Di New York Stock Exchange ( NYSE ), jumlah saham yang turun mengungguli yang naik dengan rasio 1,94 berbanding 1. Terdapat 169 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 252 saham yang mencetak level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 1.778 saham menguat dan 2.977 saham melemah, dengan rasio saham turun terhadap saham naik mencapai 1,67 berbanding 1.
S&P 500 mencatat 10 saham yang mencapai level tertinggi dalam 52 minggu dan empat saham menyentuh level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 75 saham yang menembus level tertinggi baru dan 121 saham mencatat level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 14,86 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 16,88 miliar saham. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Johnson & Johnson (3,33%)
-Salesforce Inc (2,71%)
-Nike Inc (2,48%)
Saham berkinerja terburuk
-Caterpillar Inc (-4,58%)
-Nvidia Corporation (-2,34%)
-Sherwin-Williams Co (-1,35%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Targa Resources Inc (7,13%)
-Insulet Corporation (5,96%)
-Ulta Beauty Inc (4,71%)
Saham berkinerja terburuk
-Seagate Technology PLC (-9,19%)
-Teradyne Inc (-8,77%)
-Jabil Circuit Inc (-8,45%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Profusa Inc (506,62%)
-Freecast Inc A (143,08%)
-IP Strategy Holdings Inc (113,26%)
Saham berkinerja terburuk
-Lucas GC Ltd (-82,86%)
-Zenta Group Co Ltd (-40,67%)
-Reitar Logtech Holdings Ltd (-33,66%)
Sumber : Admin
powered by: IPOTNEWS.COM