- Bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti penguatan Wall Street dan Eropa setelah harga minyak turun.
- Investor memantau konflik Iran serta rencana Donald Trump menunda pertemuan dengan Xi Jinping sekitar sebulan.
- IHSG diperkirakan menguat terbatas menjelang libur panjang, dengan support di bawah 7.000 dan resistance sekitar 7.100.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (17/3), dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutuan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang terangkat oleh penurunan harga minyak.
Investor memantau perkembangan terbaru perang Iran, sementara Presiden AS Donald Trump berencana menunda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping sekitar "sebulan atau lebih" karena konflik di Timur Tengah. Trump sebelumnya dijadwalkan berkunjung ke China pada akhir Maret.
Laman CNBC melporkan, Harga minyak mentah berjangka Brent sebagai patokan global turun 2,84% ke USD100,21 per barel pada Senin malam di AS, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 5,28% ke USD93,50 per barel. Brent terakhir tercatat naik sekitar 1% ke USD101,58 per barel, sedangkan WTI menguat 2% menjadi USD95,47.
Bank sentral Australia diperkirakan kembali menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya berturut-turut sehingga suku bunga kebijakan mencapai 4,1%, tertinggi sejak April 2025.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di tengah penurunan nilai tukar rupiah.
Saham produsen memori SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing melonjak lebih dari 3% dan 4%. Kenaikan ini terjadi setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan pada konferensi pengembang tahunan perusahaan bahwa pesanan chip Blackwell dan Vera Rubin diperkirakan mencapai USD1 triliun hingga 2027.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,27%. Indeks berlanjut sedikit turun 0,01% di posisi 8.582,6 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 2,94%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 1,53%. Kospi berlanjut melaju 2,26% ke level 5.675,53.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,25% menjadi 53.887,06, setelah dibuka meningkat 0,75% dan Topix melaju lebih dari 1%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.894, dibandingkan penutupan terakhir indeks tersebut di 25.834,02.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan berpeluang menguat namun masih akan menghadapi tekanan penurunan di hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang Nyepi dan Lebaran. IHSG ditutup anjlok 1,61% ke 7.022,28 pada sesi perdagangan kemarin meskipun investor asing masih mencatatkan pembelian bersih.
Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange merosot 1,12% ke USD15,41.
Beberapa analis memperkirakan pelaku pasar akan cenderung mengambil posisi tunggu pada hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang Nyepi dan Idulfitri, sehingga aktivitas transaksi menjadi lebih terbatas.
IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support di bawah 7.000 dan resistance di kisaran 7.100.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, ditopang lonjakan saham teknologi terkait AI dan turunnya harga minyak. Harga minyak melemah setelah beberapa kapal Iran, India, dan China dikabarkan melintas melalui Selat Hormuz. Data produksi industri AS sepanjang Februari naik 0,2% sedikit di atas ekspektasi 0,1%. Investor kini menunggu keputusan suku bunga The Fed.
Indeks volatilitas VIX rontok 13,53%. Indeks Russell 2000 melaju 0,94%. Seluruh 11 sektor S&P 500 menguat, sektor teknologi informasi (+1,39%) memimpin kenaikan. Saham Meta (+2,3%), Nvidia (+1,6%), Tesla (+1,1%), dan Micron (3,7%) melonjak, seiring perkembangan investasi AI. Saham sektor perjalanan melaju kencang. Delta Air Lines (+3,5%), Norwegian Cruise Line (+5,1%) terangkat harga minyak yang lebih rendah. Saham Kripto Strategy dan Dollar Tree melesat 5,6% dan 6,4%.
- S&P 500 melaju 1,01% ke posisi 6.699,38.
- Nasdaq Composite melonjak 1,22% ke 22.374,18
- Dow Jones Industrial Avrg. meningkat 0,83% ke 46.946,41
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat, seiring meredanya harga minyak. Harga minyak mulai turun setelah muncul harapan bahwa lebih banyak kapal akan diizinkan melintas melalui Selat Hormuz. Investor kini menantikan sinyal kebijakan dari Federal Reserve, ECB, dan Bank of England. Pasar berharap AS akan memilih mengakhiri konflik lebih cepat sebelum dampak ekonomi semakin besar
Indeks STOXX 600 naik 0,44% menjadi 598,47. Sektor properti dan energi memimpin penguatan, melonjak 1,48% dan 1,2%. Saham Commerzbank melejit 9% karena UniCredit berencana menambah kepemilikannya. Amplifon, Italia rontok 14%. Goldman Sachs menaikkan proyeksi target indeks FTSE 100 untuk 12 bulan ke depan, mencerminkan optimisme yang lebih tinggi terhadap prospek pasar saham Inggris jangka menengah.
- DAX Jerman naik 0,50% menjadi 23.564,01.
- FTSE 100 Inggris meningkat 0,55% ke 10.317,69.
- CAC Prancis menguat 0,31% menjadi 7.935,97.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, meski ketidakpastian konflik Timur Tengah masih membayangi pasar. Pelemahan terjadi menjelang rangkaian pertemuan bank sentral utama, termasuk The Fed, ECB, BoE, dan BoJ. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat pekan ini.
Pasar memperhitungkan ekspektasi kenaikan inflasi akibat lonjakan harga minyak, yang mendorong prediksi kebijakan moneter lebih ketat. Euro dan poundsterling menguat. Dolar Australia melonjak karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia. Indeks dolar (DXY) melorot 0,64% ke 99,70 setelah mencatat kenaika empat hari beruntun.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1496 | 0.00 | 0.08% | 7:22 PM |
Yen (USD-JPY) | 159.20 | 0.13 | 0.08% | 7:23 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3310 | 0.00 | 0.08% | 7:23 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 16,997 | 39.00 | 0.23% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.8917 | 0.01 | 0.17% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 16/3/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melemah, setelah sejumlah kapal tanker dikabarkan mulai kembali melintasi Selat Hormuz. Penurunan harga WTI dipicu produksi minyak AS yang tinggi, tambahan impor Venezuela, serta rencana pelepasan cadangan strategis. IEA menyatakan negara anggota siap melepas cadangan minyak tambahan untuk menstabilkan pasar energi.
Trump mendesak sekutunya untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun Uni Eropa tampaknya belum berencana memperluas misi angkatan lautnya di kawasan Timur Tengah hingga mencakup Selat Hormuz. Iran dilaporkan mengizinkan beberapa kapal berbendera India untuk melintasi Selat Hormuz. Namun Teheran meminta India membebaskan tiga kapal tanker yang disita pada Februari lalu.
- Harga Brent berkangka anjlok 2,8% ke level USD100,21 per barel.
- Harga WTI berjangka ambles 5,3% ke level USD93,50 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup melemah. Pelemahan terjadi meski dolar AS melemah dan permintaan aset safe-haven meningkat. Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global. Kekhawatiran inflasi tinggi berpotensi membuat bank sentral menunda pemangkasan suku bunga. Pasar menunggu keputusan kebijakan moneter The Fed serta rilis sejumlah data ekonomi AS.
The Fed memasuki masa transisi setelah Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai pemimpin baru the Fed. Logam lainnya bergerak variatif, dengan platinum dan paladium menguat sementara perak relatif stabil. Harga logam lainnya; perak spot stabil di USD80,52 per ounce, platinum melompat 3,9% ke USD2.103,42, dan paladium meloncat 3,1% ke USD1.598,80.
- Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD4.993,42 per ounce.
- Harga emas berjangka AS merosot 1,2% ke USD5.002,20 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)