Bursa Pagi: Asia Dibuka Variatif, Peluang Laju IHSG Berisiko Balik Arah
Friday, August 29, 2025       08:27 WIB
  • Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan bervariasi pada hari Jumat, menyimpang dari penguatan Wall Street karena investor juga menilai serangkaian data ekonomi di kawasan.
  • Harga konsumen inti di Tokyo naik dengan laju yang lebih lambat pada Agustus, melambat dari kenaikan 2,9% pada Juli.
  • IHSG masih berpeluang menguat, namunsituasi keamanan dalam negeri dan tekanan aksi jual asing beisiko menekan indeks.

Ipotnews - Jelang akhir pekan, menuju pengujung Agustus, Jumat (29/8), bursa saham Asia dibuka bervariasi, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham Wall Street, setelah ditutup melemah di bursa saham utama Eropa.
Investor mencermati rilis sejumlah data ekonomi di kawasan. Inflasi konsumen inti di Tokyo naik dengan laju yang lebih lambat pada Agustus. IHK inti Tokyo, yang mengecualikan harga makanan segar namun memasukkan energi, naik 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan perkiraan, dan melambat dari kenaikan 2,9% pada Juli.
Namun, angka tersebut masih berada di atas target 2% Bank of Japan.Tingkat pengangguran Jepang juga turun menjadi 2,3% pada Juli, dari 2,5% pada bulan sebelumnya.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,11%. Indeks berlanjut turun 0,3% menjadi 8.953 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,315 dan Kosdaq meningkat 0,76%. Kospi berlanjut menguat 0,12% menjadi 3.200,02
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,38% (-160,94 poin) menjadi 42.667,85, setelah dibuka turun 0,31%, sementara Topix turun 0,39%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan kembali berusaha mengamankan level 8.000, setelah berhasil menembus level tersebut pada sesi perdagangan kemarin, namun hanya berhasil menutup dengan kenaikan 0,2% di posisi 7.952. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange menguat 0,11% di USD18,19.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih punya ruang penguatan, namun berisiko melemah terpengaruh memanasnya situasi keamanan dalam negeri dan tekanan aksi jual asing.
Analis Indo Premier berpendapat, IHSG ditutup pada rekor penutupan tertingginya kemarin, meski begitu rekor ini tidak ditopang oleh kenaikan saham yang paling aktif ditransaksikan. Indeks LQ45 tercatat justru melemah -0.2% dan berada pada support mingguannya sejak pertengahan Juni.
Indeks diperkirakan akan cenderung bergerak  sideways  diperdagangan hari ini. Pelaku pasar akan cenderung dalam mode "wait dan see" menunggu rilis data inflasi US.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat. Indeks S&P 500 dan Dow Jones menguat, mencetak rekor tertinggi, didorong optimisme pasar terhadap sektor AI, meski laporan keuangan Nvidia sedikit di bawah ekspektasi. Klaim mingguan pengangguran turun, dan laba korporasi naik, mendukung ekspektasi pemotongan suku bunga the Fed pada September. Paar menunggu rilis data inflasi PCE, Jumat ini .
Tujuh dari sebelas sektor S&P 500 menguat, dipimpin jasa komunikasi (0,94%), diikuti ektor energi (0,68%). Saham Nvidia melorot 0,8% karena ketidakpastian perdagangan dengan China. Namun Alphabet (+2%), Amazon (+1%), dan Broadcom (+3%) melonjak, mengkonfirmasi tren positif sektor AI. Snowflake melambung 20% dan HP Inc melesat 4,6%. Tapi Nike melemah 2% dan Hormel Foods rontok 13%.
  • S&P 500 naik 0,32% (20,46 poin) menjadi 6.501,86.
  • Nasdaq Composite meningkat 0,53% (115,02 poin) ke 21.705,16.
  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,16% (71,67 poin) di 45.636,90.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, tertekan respons pasar terhadap laporan keuangan beberapa emiten kaka. Ketidakpastian politik Prancis dan kekhawatiran independensi the Fed mempengaruhi sentimen pasar. Rilis risalah rapat ECB menunjukkan adanya perbedaan pandangan para pembuat kebijakan mengenai arah inflasi. Kinerja positif sektor konsumer mendukung penguatan indeks CAC 40 Prancis.
Indeks STOXX 600 turun 0,2% menjadi 553,67. Sektor kesehatan melorot 0,8%. Saham Sanofi anjlok 1,4%. Saham semikonduktor Eropa bergerak variatif pasca proyeksi data center Nvidia yang mengecewakan. ASML turun tipis, BESI stagnan, tapi Infineon dan ASM International meloncat 1,2% dan 3,7%. Saham otomotif naik 0,6% didukung penjualan mobil Eropa yang meningkat 5,9% pada Juli. Saham Pernod Ricard dan Remy Cointreau melonjak 1,4% dan 1%. LVMH melompat 2,2%.
  • DAX 40 Jerman turun tipis 0,03% (-6,29 poin) di 24.039,92.
  • FTSE 100 Inggris turun 0,42% (-38,68 poin) menjadi 9.216,82.
  • CAC 40 Prancis menguat 0,24% (18,67 poin) ke 7.762,60.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah. Pernyataan dovish Presiden The Fed New York John Williams dan ekspektasi 85% pemangkasan suku bunga pada September menekan dolar. Upaya Trump memecat Gubernur Fed Lisa Cook dan mengisi dewan dengan kandidat pro-pelonggaran memicu kekhawatiran independensi the Fed, memperlemah kepercayaan pada dolar.
Meskipun klaim pengangguran dan PDB membaik, arah dolar bergantung pada data inflasi PCE dan laporan ketenagakerjaan mendatang, yang akan sangat memengaruhi keputusan the Fed selanjutnya. Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,34% menjadi 97,830.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1681

-0.0002

-0.02%

7:20 PM

Yen (USD-JPY)

146.88

-0.0500

-0.03%

7:21 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3509

-0.0004

-0.03%

7:21 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,352.50

-15.500

-0.09%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

7.1306

-0.0211

-0.29%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 28/8/2025 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menguat, setelah Gedung Putih merespons eskalasi ketegangan geopolitik setelah serangan Rusia ke Ukraina, dan Ukraina menyerang kilang minyak Rusia. Kekhawatiran atas penurunan permintaan minyak pasca-libur AS dan rencana OPEC + menaikkan produksi 547.000 bph mulai September menekan harga.
Pasar juga mencermati respons India, setelah Trump menggandakan tarif impor dari India hingga 50%. India tetap membeli minyak Rusia meski ditekan AS. Pelaku pasar menyebutkan ekspor minyak Rusia ke India justru diperkirakan melonjak pada September. Pasokan minyak mentah Rusia ke Hongaria dan Slovakia kembali normal setelah sebelumnya terganggu akibat serangan Ukraina
  • Harga Brent berjangka meningkat 57 sen (0,8%) ke USD68,62 per barel.
  • Harga WTI berjangka naik 45 sen (0,7%) menjadi USD64,60 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi juga ditutup menguat, Pelemahan dolar AS dan kekhawatiran atas independensi the Fed mendongkrak harga emas. Pasar memperkirakan peluang 87% adanya pemangkasan suku bunga the Fed pada September, menguntungkan emas.
Investor menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE), Jumat ini. Harga logam berharga lainnya; perak melonjak 1,2% ke USD39,09 per ounce, sementara platinum melaju hampir 1% ke USD1.359,70,, dan paladium meningkat 0,8% ke USD1.100,53.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,6% ke USD3.416,14 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS datar di level USD3.466,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini