Bursa Pagi: Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak, IHSG Rawan Koreksi
Thursday, April 30, 2026       08:30 WIB
  • Bursa Asia dibuka melemah mengikuti tren pelemahan indeks saham acuanWall Street dan Eropa.
  • Lonjakan harga minyak akibat blokade Iran oleh AS, dan sikap Federal Reserve yang menahan suku bunga menekan pasar.
  • IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan risiko koreksi menjelang  long weekend. 

Ipotnews - Bursa saham Asia membuka sesi perdagangan terakhir Mei 2026, Kamis (30/4), dengan cenderung melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acua pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Harga minyak mentah melonjak tinggi akibat blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga.
Mengutip seorang pejabat AS, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump meminta stafnya bersiap menghadapi blokade berkepanjangan terhadap Iran.
Kenaikan harga minyak berlanjut setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlangsung hingga tercapai kesepakatan terkait program nuklir Teheran.
Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 1,96% ke kisaran USD120 per barel, dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,2% menjadi USD107,09.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,43%. Indeks berlanjut turun 0,38% menjadi 8.653,60 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq turun 0,25%. Kospi berlanjut turun tipis 0,09% di posisi 6.684,62
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak merosot 1,22% ke level 59.188,66, setelah kembali dibuka dari libur dengan melorot 0,91%, dan Topix anjlok 1,48%.
Futures indeks Hang Seng terakhir diperdagangkan di level 25.729, dibandingkan penutupan Rabu di 26.111,84.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan bergerak terbatas, terbebani lonjakan harga minyak dan pelemahan rupiah. IHSG mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan kenaikan 0,41% menjadi 7.101. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange turun 0,46% menjadi USD15,02.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih rentan terkoreksi dalam rentang pergerakan yang terbatas. Indeks masih berpeluang menguat dalam jangka pendek namun perlu diwaspadai potensi  profit taking  menjelang long weekend  .
Secara teknikal indikator MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif. Sementara itu, indikator stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan reversal. IHSG berpeluang menguji level MA5 di sekitar level 7.156, akan bergerak dalam kisaran rentang support 7.000 dan resistance 7.200.
Analis Indo Premier berpendapat,tekanan diperkirakan IHSG akan berlanjutmenyambut libur akhir pekan, ditengah ketidakpastian geopolitik global, terus naiknya harga minyak dunia dan dolar yang menekan Rupiah.
Secara teknikal support bagi IHSG akan berada pada level 6,900,  breakout  ke bawah level tersebut akan menandai  new-low tahun ini dan berlanjutnya  bear market .
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup variatif di tengah tekanan harga minyak dan keputusan The Fed menahan suku bunga dengan hasil  voting  yang dinilai paling terpecah sejak 1992. Gedung Putih mengindikasikan kemungkinan blokade pelabuhan Iran dalam jangka panjang. Pesanan baru untuk barang modal inti AS melonjak 3,3% sepanjang Maret, peningkatan bulanan terbesar sejak Juni 2020.
Sektor energi naik, sebaliknya utilitas dan material turun tajam. Amazon, Alphabet, Meta Platforms, dan Microsoft, merilis laporkan keuangan setelah penutupan pasar. Alphabet melompat 3%, Amazon dan Microsoft terperosok 3%, Meta ambles 6%. Philadelphia Semiconductor Index melonjak 2,4%. Seagate Technology melejit 11,1%. SanDisk dan Western Digital melesat 6,2% dan 5,6%. NXP Semiconductors melambung 25,5%. Robinhood Markets rontok 13,2%. Starbucks dan Visa melejit 8,5% dan 8,3%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,57% ke 48.861,81.
  • S&P 500 turun tipis 0,04% di posisi 7.135,98.
  • Nasdaq Composite sedikit menguat 0,04% di 24.673,24.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, menyentuh level terendah tiga pekan. Kombinasi hasil kinerja emiten serta data ekonomi menunjukkan dampak signifikan dari perang Iran terhadap perekonomian kawasan. Inflasi April, Jerman naik, sementara sentimen ekonomi zona euro turun tajam. Investor menanti keputusan ECB, Kamis ini, di tengah kekhawatiran pertumbuhan yang melemah.
Indeks STOXX 600 turun 0,6% ke 602,96, dipimpin pelemahan sektor kesehatan (-1,7%).
Saham farmasi seperti GSK (-5,4%) dan AstraZeneca (-1,5%) ikut menekan indeks meski laba solid. Bank UBS, Swiss melompat 3,2%, tapi Deutsche Bank anjlok 1,8%. Indeks sektor perbankan zona euro melemah 0,3%. Adidas melesat 8,4%. Pernod Ricard terperosok 3,1%. Kone, Finlandia melompat 3,3% dan Thyssenkrupp melejit 10%.
  • DAX Jerman menyusut 0,27% menjadi 23.954,56.
  • FTSE 100 Inggris merosot 1,16% ke 10.213,11.
  • CAC Prancis berkurang 0,39% menjadi 8.072,13.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. The Fed melalui hasil voting 8:4, memutuskan menahan suku bunga di tengah ketidakpastian global, mencerminkan tantangan kebijakan moneter ke depan. Lonjakan harga minyak dan konflik AS-Israel vs Iran mendorong penguatan dolar. Ekspektasi suku bunga riil AS yang lebih tinggi membuat dolar lebih menarik.
Pasar kini mencermati arah kebijakan bank sentral global, termasuk ECB dan Bank of England, di tengah risiko inflasi. Euro dan poundsterling melemah. Yen Jepang tertekan hingga melewati level 160 per dolar, berpotensi intervensi. Bank of Japan sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, pukulan harga energi dan ketidakpastian global terus menekan yen. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,35% menjadi 98,938.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1679

0.00

0.02%

7:17 PM

Yen (USD-JPY)

160.26

0.15

0.09%

7:16 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3482

0.00

0.05%

7:16 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,326

83.00

0.48%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.8396

0.00

0.04%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 29/4/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melesat lebih dari 6% akibat kekhawatiran pasokan global. Bahkan setelah penutupan perdagangan, harga kembali menguat hingga menyentuh USD120 per barel. Gedung Putih mengungkapkan Trump meminta perusahaan minyak domestik untuk mencari cara mengurangi dampak jika blokade terhadap pelabuhan Iran berlangsung berbulan-bulan.
Stok minyak mentah AS merosot lebih dari 6 juta barel dalam sepekan, jauh di atas perkiraan penurunan 200 ribu barel, memperkuat indikasi pasar yang semakin ketat. Perhitungan  Reuters  memperlihatkan lebih dari USD50 miliar pasokan minyak mentah telah hilang sejak dimulainya perang Iran hingga pertengahan April. Permintaan musiman dan ketidakpastian OPEC diperkirakan menjaga harga tetap tinggi.
  • Harga Brent berjangka meloncat 6,1% ke USD118,03 per barel.
  • Harga WTI berjangka melesat 7% ke USD106,88 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir melemah, menyentuh level terendah satu bulan. Harga emas tertekan keputusan The Fed menahan suku bunga. Pelaku pasar semakin yakin the Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, bahkan hingga tahun depan. Kekhawatiran inflasi yang berkelanjutan, di tengah lonjakan harga minyak, dan berlanjutnya ketegangan geopolitik AS-Iran menambah ketidakpastian pasar.
Di tengah tekanan harga, laporan World Gold Council menunjukkan permintaan emas global pada kuartal I 2026, melompat 2% YoY. Pembelian oleh bank sentral meloncat 3%. Harga logam mulia lainnya; perak spot anjlok 2,7% ke USD71,08 per ounce, platinum ambles 3% ke posisi USD1.881,21, dan paladium turun 0,4% jadi USD1.454,52. Permintaan emas global justru meningkat pada kuartal I 2026.
  • Harga emas di pasar spot merosot 1,4% ke USD4.528 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS melorot 1% ke USD4.561,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)