Wall Street Ceria Merespons Framework Greenland dan Terhindarnya Tarif AS
Thursday, January 22, 2026       05:25 WIB
  • Wall Street melonjak, didorong framework Greenland dan meredanya risiko tarif AS-Eropa.
  • Indeks utama menguat lebih dari 1%: Dow +1,21%, S&P 500 +1,16% (terbaik dua bulan), Nasdaq +1,18%.
  • Sektor perbankan dan energi memimpin, sementara Netflix melemah akibat prospek datar dan penundaan buyback.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melesat, Rabu, dengan S&P 500 mencatatkan kenaikan persentase harian terbesar dalam dua bulan terakhir, didorong optimisme investor setelah tercapai kerangka kesepakatan (framework) terkait Greenland dan meredanya kekhawatiran akan penerapan tarif baru Amerika Serikat terhadap sekutu Eropa.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 588,64 poin atau 1,21% menjadi 49.077,23, sementara S&P 500 melambung 78,76 poin atau 1,16% jadi 6.875,62, dan Nasdaq Composite Index menguat 270,50 poin atau 1,18% ke posisi 23.224,83, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (21/1) atau Kamis (22/1) pagi WIB.
Dow Jones dan Nasdaq juga mencatat hari terbaiknya secara persentase masing-masing sejak 5 Januari dan 19 Desember.
Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan aksi jual tajam pada sesi sebelumnya, yang menjadi kinerja harian terburuk bagi ketiga indeks utama Wall Street sejak 10 Oktober. Pergerakan ini mencerminkan pola terbaru Presiden AS Donald Trump yang kerap menggunakan ancaman tarif untuk mendorong agendanya, sebelum kemudian melunakkan retorika setelah dapat mengklaim kemenangan kebijakan.
"Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh kawasan Arktik," tulis Trump di platform Truth Social. "Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari."
Pada saat pengumuman tersebut disampaikan, indeks Wall Street sebenarnya sudah bergerak di zona hijau. Namun, pasar langsung melonjak lebih tinggi setelah investor menyambut positif meredanya risiko perang tarif baru terkait masa depan Greenland.
"Saya tidak melihat siapa yang memiliki Greenland sebagai sesuatu yang berdampak langsung secara ekonomi," kata Jason Pride, Chief of Investment Strategy & Research Glenmede.
"Dampak ekonomi yang sesungguhnya adalah apakah kita mulai saling mengenakan tarif atau tidak," tambahnya.
Momentum Berbalik Positif
Sebelum pengumuman Greenland pada pertengahan sore, Wall Street bergerak positif sebagai respons atas aksi jual tajam sehari sebelumnya. Meski demikian, momentum awal yang sempat mendorong indeks naik lebih dari 1% mulai melemah menjelang siang.
Meski minim detail, pernyataan Trump memungkinkan pasar kembali memusatkan perhatian pada kekuatan fundamental ekonomi Amerika, termasuk kinerja laba perbankan yang solid.
Gelombang terbaru laporan keuangan dari sektor perbankan, termasuk sejumlah bank regional besar, mendorong indeks perbankan regional melejit 4,7% dan mencatat penutupan tertinggi sejak November 2024.
Saham Citizens Financial Group melesat 7,1% hingga mencetak rekor penutupan tertinggi, seiring lonjakan laba kuartalan 31,7%. Sementara itu, Truist Financial Corp naik 1,8% setelah membukukan peningkatan pendapatan bunga serta biaya dari perbankan investasi.
Seluruh subsektor dalam indeks S&P 500 ditutup menguat, dengan sektor energi memimpin kenaikan. Penguatan sektor ini ditopang saham Halliburton yang melambung 4,1% setelah membukukan laba di atas ekspektasi analis. Saham EQT Corp dan Expand Energy masing-masing melompat 6,5% dan 4,5% seiring harga gas alam mencapai level tertinggi dalam enam pekan akibat cuaca dingin.
Di sektor transportasi udara, saham United Airlines melonjak 2,2% setelah maskapai tersebut menyampaikan prospek positif untuk kuartal berjalan dan sepanjang tahun ini. Sentimen positif juga mengangkat saham Delta Air Lines, American Airlines, dan Southwest Airlines yang masing-masing menguat antara 1,1% hingga 2,4%.
Sebaliknya, saham Netflix anjlok 2,2% setelah perusahaan melaporkan prospek yang relatif datar dalam laporan keuangan terbarunya. Tekanan pada saham raksasa streaming ini juga dipicu keputusan perusahaan untuk menunda pembelian kembali saham (buyback) guna membantu pendanaan akuisisi bisnis studio dan streaming milik Warner Bros Discovery. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Amgen Inc (3,79%)
-Nvidia Corporation (2,87%)
-Nike Inc (2,80%)
Saham berkinerja terburuk
-Microsoft Corporation (-2,29%)
-Procter & Gamble Company (-0,64%)
-JPMorgan Chase & Co (-0,24%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Moderna Inc (15,84%)
-Intel Corporation (11,72%)
-Teledyne Technologies Incorporated (9,81%)
Saham berkinerja terburuk
-Kraft Heinz Co (-5,72%)
-Oracle Corporation (-3,36%)
-Target Corporation (-3,02%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Namib Minerals (130,61%)
-Global Interactive Technologies Inc (101,48%)
-PAVmed Inc (94,10%)
Saham berkinerja terburuk
-Inspire Veterinary Partners Inc (-64,71%)
-IO Biotech Inc (-59,74%)
-Venus Concept Inc (-56,40%)

Sumber : Admin