Bursa Siang: Volume Trading Tipis Market Regional Variatif, IHSG Bertahan   
Monday, June 14, 2021       12:24 WIB

Ipotnews - IHSG sanggup bertahan di zona penguatan hingga perdagangan sesi I hari Senin (14/6) berakhir setelah fluktuatif sepanjang sesi. IHSG menguat tipis 5 poin (+0,09 persen) ke level 6.101.
Indeks LQ45 -0,37% ke 898.
Indeks IDX30 -0,49% ke 480.
Indeks IDX80 -0,29% ke 128.
Jakarta Islamic Indes (JII) -0,47% ke 563.
Indeks Kompas100 -0,21% ke 1.121.
Indeks Sri Kehati -0,47% ke 343.
Indeks SMInfra18 -0,63% ke 305.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp5,32 triliun. Volume perdagangan sebanyak 144,37 juta lot saham. Investor asing net buy Rp167,80 miliar.
Rupiah bergerak melemah 0,25 persen terhadap USD ke kevel Rp14.225 (12.00 PM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan sesi siang hari Senin (14/6). Imbal hasil obligasi pemerintah USA naik tipis karena investor bersiap mengantisipasi meeting the Fed akhir pekan ini. Perdagangan di Asia berlangsung dalam volume tipis.
Yield US Treasury tenor 10 tahun naik tipis ke kisaran 1,46 persen setelah tersungkur ke posisi terendah dalam 3 bulan pada hari Kamis pekan lalu serta mencatat penurunan mingguan terburuk sejak Desember tahun lalu yang dicapai pada pekan lalu.
Market saham Jepang dan Korsel menguat moderat. Volume trading tipis seiring hari libur di bursa Australia, China dan Hong Kong. Hedge fund meningkatkan posisi net long di pasar komoditas minyak. Net long tersebut tertinggi dalam hampir 3 tahun terakhir seiring yield US Treasury yang cenderung turun.
Para investor mengantisipasi the Fed akan menegaskan kembali bahwa kebijakan ultra longgarnya tetap tetap dan terlalu dini untuk mulai mempertimbangkan pengurangan pembelian obligasi. Namun para pejabat (the Fed) memproyeksikan kenaikan suku bunga pada 2023 di tengah pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang lebih cepat, demikian kata sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg.
" FMOC masih tetap melihat lonjakan inflasi sementara dan mungkin mereka sedang mendiskusikan laju pembelian (obligasi) bulanan tetapi belm akan berkomitmen untuk jadwal memperlambat pembelian," ujar Tim Riset Prudential Financial Inc.
Pasar saham Jepang bergerak menguat. Indeks Nikkei 225 naik 0,6 persen dan Indeks Topix menguat 0,26 persen. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel melandai.
Indeks di Market saham Asia Tenggara di antaranya Straits Times sebagian merosot ke zona merah. Indeks Nifty 50 (India) turun 0,38 persen dan BSE Sensex drop 0,3 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melemah 0,17 persen. Market saham Australia, China, dan Hong Kong libur nasional.
Indeks dolar AS naik tipis ke 90,562 dari level sebelumnya di posisi 90,3.
Kurs yen drop tipis ke posisi ke 109,74 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,5.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,7709 dari sebelumnya di $0,774.
Minyak
Harga minyak menguat tertinggi dalam 32 bulan terakhir pada perdagangan sesi pagi hari Senin (14/6) di pasar komoditas Asia. Program vaksinasi yang terus meningkat mendongkrak prospek demand di USA dan Eropa.
Minyak WTI naik 0,5 persen per barel ke harga USD71,27 per barel. Minyak Brent menguat 0,5 persen ke harga USD73,06 per barel. (pkl 10.58 AM wkt Singapura)
(cnbc/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
434
2.8 %
12 %

33

BidLot

848

OffLot