Bursa Sore: Cemas Perlambatan Global Market Asia Rontok, IHSG Terseret Melemah 
Wednesday, September 15, 2021       15:45 WIB

Ipotnews - IHSG tergelincir bergeser ke teritori negatif pada akhir perdagangan sesi I hari Rabu (15/9). Indeks melorot 19 poin sebesar 0,31 persen ke posisi 6.110.
Indeks LQ45 -0,48% ke 866.
Indeks IDX30 -0,50% ke 461.
Indeks IDX80 -0,40% ke 124.
Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,23% ke 542.
Indeks Kompas100 -0,48% ke 1.086.
Indeks Sri Kehati -0,45% ke 328.
Indeks SMInfra18 +0,35% ke 295.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp11,56 triliun. Volume perdagangan sebanyak 260,09 juta lot saham. Investor asing net buy Rp94,83 miliar. Rupiah bergerak naik tipis 0,04 persen terhadap USD ke kevel Rp14.242 (03.30 PM).
Bursa Asia
Gerak pasar saham Asia tertahan langkahnya pada trading sesi sore hari Rabu (15/9) karena pelemahan data ekonomi china meningkatkan lagi kecemasan atas perlambatan global di tengah kegelisahan atas pandemi yang dominan serta pengurangan kebijakan stimulus bank sentral.
Data ekonomi di China menunjukkan dunia bisnis setempat bergulat dengan dampak lockdown lokal setelah penyebaran secara sporadis covid-19, hambatan pasokan dan kenaikan biaya bahan baku. Angka penjualan ritel China menggarisbawahi sinyal melemahnya momentum ekonomi di China dan menambah ekspektasi Beijing akan menawarkan lebih banyak stimulus selama beberapa bulan ke depan.
Pelaku pasar tetap fokus pada jadwal pengurangan stimulus bank sentral secara besar-besaran yang dimotori oleh the Fed. "Ada ketidakpasatian di pasar saat ini karena investor menunggu untuk melihat langkah the Fed terkait kebijakan pengurangan pembelian aset yang mana kebijakan itu tergantung pada data pasar tenaga kerja dan inflasi," kata Sean Debow, analis pada Eurizon Asset Management.
Data inflasi Agustus di USA naik tipis, kenaikan terendah dalam 6 bulan terakhir menunjukkan inflasi mungkin telah mencapai puncaknya sejalan dengan keyakian Chairman the Fed Jerome Powell bahwa lonjakan inflasi bersifat sementara.
Indeks Hang Seng melemah 1,6 persen. Pelemahan indeks utama di pasar saham Hong Kong tersebut mencapai hampir 1 persen dalam 3 sesi secara beruntun.
Saham di pasar China finis melemah. Indeks Shanghai Composite drop 0,17 persen ke 4.656 dan Indeks Shenzhen Component down 0,614 persen ke 14.536. Data yang dirilis hari ini menunjukkan penjualan ritel China tumbuh lebih rendah dari perkiraan. Ritel sales periode Agustus tumbuh 2,5 persen jauh di bawah perkiraan para analis naik sebesar 7 persen. Sedangkan produksi industri China juga tumbuh di bawah perkiraan. Produksi industri tumbuh 5,3 persen di bawah perkiraan sebesar 5,8 persen.
Di pasar Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah 0,52 persen ke 30.511. Sementara Indeks Topix turun 1,06 persen ke 2.096. Indeks Kospi di pasar saham Korsel menguat 0,15 persen pada level 3.153.
MSCI Asia Pacific Indeks (tidak termasuk market Jepang) melemah 0,69 persen. Market Australia juga terjungkal, Indeks S&P/ASX200 drop 0,27 persen ke 7.417.
Indeks dolar AS tertekan ke level 92,591 dari posisi sebelumnya di posisi 92,7.
Kurs Yen naik ke posisi 109,52 terhadap USD dari level sebelumnya di 110,1.
Nilai tukar dolar Australia melorot ke posisi $0,7323 terhadap dolar AS dari sesi sebelumnya di $0,74.
Bursa Eropa
Pasar saham Eropa tertahan langkahnya saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (15/9) pagi waktu setempat. Tekanan di pasar Eropa terjadi setelah data ekonomi China memunculkan lagi kekhawatiran bahwa pertumbuhan global melambat.
Indeks DAX (Jerman) -0,02% pada level 15.719.
Indeks FTSE (Inggris) -0,10% ke posisi 7.027.
Indeks CAC (Perancis) -0,06% di level 6.649.
Minyak
Harga minyak menguat pada perdagangan sesi sore hari Rabu (15/9) di pasar komoditas Asia setelah data industri menunjukkan penurunan stok minyak USA lebih
besar dari perkiraan. Juga karena faktor ekspektasi demand akan pulih akibat program vaksinasi virus corona bergulir secara meluas.
Minyak Brent up 0,7 persen ke posisi harga USD74,14 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 0,8 persen ke harga USD70,99 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : admin
An error occurred.