Bursa Sore: Market Asia Lesu Seiring Lompatan Yield Obligasi Tenor Pendek, IHSG Lanjut Melemah
Wednesday, October 27, 2021       16:12 WIB

Ipotnews - Pelemahan IHSG bertahan hingga sesi II berakhir pada perdagangan hari Rabu (27/10). IHSG melorot sebesar 0,82 persen (55 poin) ke level 6.602.
Indeks LQ45 -0,85% ke 956.
Indeks IDX30 -0,83% ke 509.
Indeks IDX80 -0,88% ke 135.
Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,22% ke 573.
Indeks Kompas100 -1,07% ke 1.200.
Indeks Sri Kehati -1,09% ke 374.
Indeks SMInfra18 -0,77% ke 315.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp13,41 triliun. Volume perdagangan sebanyak 215,76 juta lot saham. Investor asing net buy Rp223,62 miliar. Rupiah melemah 0,14 persen terhadap USD ke kevel Rp14.172 (03.30 PM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia berlanjut lesu hingga sesi sore pada perdagangan hari Rabu (27/10). Saham-saham teknologi melorot dan yield obligasi jangka pendek naik seiring ekspektasi investor bahwa inflasi memicu kenaikan suku bunga. Seperti terlihat pada lonjakan inflasi di Australia melebihi perkiraan sehingga menekan bank sentral untuk bertindak.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pacific Index tumbang. Saham sektor teknologi memotori pelemahan tersebut terutama di pasar saham Hong Kong. "Ada beberapa hala yang menjadi perhatian para investor, kabar tentang inflasi ada di mana-mana," kata Khoon Goh, Head of Research AN Bank untuk kawasan Asia.
"Di sinilah ekspektasi kapan the Fed mungkin mulai menaikkan suku bunga mulai menjadi fokus. Pengumuman tapering minggu depan adalah kesepakatan yang sudah selesai, pasar telah bergerak melewati masalah tapering dan fokus pada pengetatan," tambahnya.
Yield US Treasury tenor 2 tahun melonjak 5 basis poin kelevel 0,497 persen, tertinggi dalam 19 bulan terakhir.
Harga saham emiten tekno tersebut di bursa Hong Kong seperti Tencent tumbang 2,99 persen. Alibaba drop 2,95 persen. Meituan turun 5,09 persen. Hang Seng Tech Index melorot 3,1 persen.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong drop 1,57 persen ke 25.628, menjadi motor pelemahan market regional. Adapun pasar saham China daratan juga ke zona merah. Indeks Shanghai Composite drop 0,98 persen ke 3.562 dan Indeks Shenzhen Component melemah 1,095 persen ke 14.393.
Data laba industri China periode September naik 16,3 persen (YoY), demikian berdasarkan rilis data badan statistik China hari ini, Selasa.
Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah tipis finis ke 29.098 dan Indeks Topix tergelincir turun 0,23 persen ke 2.013. Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel bergerak lesu turun 0,77 persen ke 3.025.
Indeks S&P/ASX200 menguat tipis ke level 7.448. MSCI Asia Pacific Indeks (tidak termasuk Jepang) bergerak melemah 0,73 persen. Data inflasi Australia bulan September tercatat naik 0,8 persen sesuai dengan perkiraan para analis.
Indeks dolar AS melemah ke level 93,865 dari sesi sebelumnya di 94.
Kurs Yen melaju ke posisi 113,72 terhadap USD dari sesi awal di 114,2.
Nilai tukar dolar Australia melaju naik ke posisi $0,7506 terhadap dolar AS dari posisi $0,7495.
Bursa Eropa
Saat menit-menit awal, market saham Eropa tergelincir turun pada perdagangan hari Rabu (27/10) pagi waktu setempat. Para investor mencermati kinerja laba emiten, data terkini perekonomian serta update anggaran negara kementerian keuangan Inggris.
Indeks DAX (Jerman) -0,24% pada posisi 15.719.
Indeks FTSE (Inggris) -0,10% ke level 7.270.
Indeks CAC (Perancis) +0,02% di posisi 6.768.
Minyak
Laju harga minyak melemah pada perdagangan sesi sore hari Rabu (27/10) di pasar komoditas Asia. Data industri menunjukkan stok minyak mentah di USA naik lebih besar dari perkiraan. Begitu pula persediaan BBM secara tak terduga meningkat per pekan lalu. USA merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.
Minyak Brent turun 1,1 persen ke posisi harga USD85,46 per barel. Sedangkan minyak WTI terkoreksi 1,2 persen ke harga USD83,63 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : admin
An error occurred.