- Bursa Asia dibuka cenderung turun di tengah tekanan global dan konflik di Selat Hormuz yang memicu inflasi.
- Harga Brent crude oil melonjak, yield obligasi AS naik, sementara kebijakan Federal Reserve masih wait and see.
- IHSG berpotensi volatil cenderung tertekan meski ada peluang rebound teknikal.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (5/5), dibuka cenderung turun, terserettren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Ketegangan di Selat Hormuz mengganggu jalur energi global. Konflik berisiko menjaga harga energi tinggi dan mendorong inflasi global. Analis menilai dampak konflik terhadap pasar dan ekonomi tidak akan cepat mereda.
Laman Bloomberg melaporkan, harga Brent crude oil melonjak di atas USD114 per barel akibat konflik AS-Iran. Imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun naik di atas 5% seiring aksi jual Treasury. West Texas Intermediate sedikit melemah, namun masih mempertahankan kenaikan sebelumnya.
Federal Reserve membuka peluang penurunan suku bunga jika inflasi turun ke target. Namun, kebijakan suku bunga saat ini masih dipertahankan sambil menunggu perkembangan ekonomi.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia,melorot 0,8% ke 8.627,3 pada pukul 8:30 WIB.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan bergerak volatil dengan potensi koreksi, setelah ditutup menguat 0,22% menjadi 6.971,95 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,60% ke level USD14,72
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi mengalami tekanan. Kombinasi antara sentimen global dan domestik yang masih membayangi pasar saham dalam negeri.
Secara teknikal IHSG mulai menunjukkan potensi rebound meskipun indikator belum sepenuhnya mengonfirmasi penguatan. IHSG berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator RSI dan berhasil melakukan rebound , namun indikator RSI dan Stochastics masih menunjukkan sinyal negatif dengan volume yang meningkat.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah. Ketegangan Timur Tengah meningkat usai insiden ledakan kapal Korea Selatan di Selat Hormuz. Teheran mengklaim telah memaksa mundur kapal perang AS saat mencoba memasuki selat, sementara Uni Emirat Arab melaporkan kebakaran di fasilitas minyak akibat serangan drone Iran. Risiko konflik meredam sentimen positif musim laporan keuangan.
Meski laba perusahaan kuat, investor mulai waspada terhadap valuasi pasar yang tinggi. Mayoritas sektor S&P 500 menurun. Sektor material dan industri anjlok 1,57% dan 1,17%. Indeks energi menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan (+0,85%). FedEx dan UPS terjungkal 9,1% dan 10,5%. Dow Jones Transportation Average anjlok 4,8%. Norwegian Cruise drop 8,6%. Saham GameStop rontok 10%. Palantir melaju 1,4%.
- S&P 500 turun 0,41% menjadi 7.200,75.
- Nasdaq Composite melemah 0,19% menjadi 25.067,80.
- Dow Jones Industrial Average merosot 1,13% ke 48.941,90.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah. Eskalasi konflik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, meningkatkan risiko inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga ECB. Trump menyatakan akan menaikkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25% mulai pekan ini, dari sebelumnya 15%. Sentimen manufaktur Jerman berubah negatif pada April. Kepercayaan investor di zona euro sedikit membaik pada Mei
Indeks STOXX 600 melorot 0,99% ke 605,51. Pelemahan terjadi di hampir seluruh sektor. Sektor perbankan (-2,7%) dan otomotif (-2,1%) memimpin penurunan di tengah tekanan biaya dan tarif. Saham Thyssenkrupp anjlok 1,8%. Umicore melejit 15,3%. CSG rontok 13,1%. Bursa saham Inggris tutup karena libur nasional.
- DAX Jerman merosot 1,24% ke posisi 23.991,27.
- CAC Prancis anjlok 1,71% ke level 7.976,12.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutuo menguat, di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Ketegangan di Selat Hormuz menjaga permintaan dolar sebagai aset safe haven .Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,2% menjadi 98,404, didukung ketidakpastian geopolitik.
Euro melemah terhadap dolar di tengah tekanan politik dan sentimen global. Pasar juga mencermati rencana kenaikan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa hingga 25% oleh AS.Yen Jepang sempat melonjak tajam lalu berfluktuasi, memicu spekulasi intervensi. Pasar menilai otoritas Jepang berpotensi menahan pelemahan yen di level psikologis. Mata uang lain seperti poundsterling dan dolar Australia juga ikut melemah.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1690 | 0.00 | 0.01% | 7:01 PM |
Yen (USD-JPY) | 157.23 | 0.01 | 0.01% | 7:01 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3529 | 0.00 | 0.02% | 7:01 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,394 | 57.00 | 0.33% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.8289 | 0.01 | 0.16% | 04/30/2026 |
Sumber : Bloomberg.com, 4/5/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak tajam akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan Iran terhadap beberapa kapal di Selat Hormuz serta kebakaran di pelabuhan minyak UEA akibat serangan drone, memicu lonjakan. Ketidakpastian meningkat di tengah upaya AS membuka kembali jalur pelayaran.
OPEC + menyatakan akan meningkatkan target produksi minyak 188.000 barel per hari bagi tujuh negara anggota pada Juni nanti. Keputusan ini menjadi kenaikan produksi ketiga secara berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir, di tengah upaya menstabilkan pasar energi global yang bergejolak.
- Harga Brent berjangka melesat 5,8% ke level USD114,44 per barel.
- Harga WTI berjangka melompat 4,4% ke level USD106,42 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup merosot tajam, di tengah penguatan dolar AS dan harga minyak. Eskalasi konflik di Selat Hormuz mengangkat harga energi berpotensi mendorong inflasi dan meingkatkan ekspektasi suku bunga tetap tinggi. Prospek kebijakan ketat bank sentral global mengurangi daya tarik emas. Barclays memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan moneter The Fed sepanjang tahun ini.
Pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini. Harga logam mulia lainnya juga tertekan. Harga perak spot terperosok 3,2% ke USD72,95 per ounce, platinum anjlok 1,7% ke USD1.955,95, dan paladium drop 2,9% ke USD1.481.
- Harga emas di pasar spot anjlok 2% ke USD4.523 per ounce.
- Harga emas berjangka AS drop 2,4% ke USD4.533,30 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)
ihsg, ftse, dax, cac, s&p, asx, kospi, nikkei indeks, indeks dxy, harga minyak, brent, wti, harga emas, msci, hang seng, shanghai composite, topix, kosdaq,
powered by: IPOTNEWS.COM