News & Research

Reader

Bursa Pagi: Laju Global Mereda di Asia, IHSG Masih Berpotensi Menguat
Thursday, January 13, 2022       08:26 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (13/1), dibuka  mixed , berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Rilis indeks harga konsumen AS di Desember mencapai level tertinggi tahunan dalam empat dekade, sesusai ekspektasi. Kekhawatiran kembali menghantui investor setelah WHO memperingatkan bahwa kasus omicron "sudah sangat tinggi", 15 juta kasus global dalam sepekan.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,49%, didukung kenaikan harga saham sektor keuangan dan pertambangan. Indeks berlanjut meningkat 0,6% (45 poin) ke level 7.483,9 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka mendatar di kisaran level 2.970, dan berlanjut bertambah 0,1% menjadi 2.975,43.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,62% (-176,99 poin) ke posisi 28.588,67, setelah dibuka turun 0,61%, dan Topix berkurang 0,48%. Harga saham sektor ritel berguguran. Seven & I anjlok 4% dan Fast Retailing merosot 1,51%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,65% (159,31 poin) ke level 24.561,48 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit menguat 0,1% menjadi 3.601,03
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global yang menguat dan bervariasi di bursa regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, IHSG ditutup sedikit melemah 0,01% di posisi 6.647. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,30% menjadi USD23,52.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik menguat ke level  resistance  psikologis di posisi 6.700. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  technical rebound,  berkosolidasi di atas level 6.700
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring sesuainya rilis inflasi Desember 2021 dengan ekspektasi, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya mayoritas harga komoditas dan berlanjutnya aksi beli asing akan menjadi tambahan sentimen positif untuk IHSG .
IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6,620 dan  resistance  di level 6,680. Beberapa ekuitas yang dicermati antara lain;
  • Saham: (Buy). Support: Rp1,685, Resist: Rp1,725, (Buy). Support: Rp8,650, Resist: Rp8,850, (Buy on Weakness) Support: Rp805, Resist: Rp840, (Buy on Weakness) Support: Rp1,735, Resist: Rp1,790.
  • ETF: (Buy). Support:Rp181, Resist: Rp183, (Buy). Support: Rp384, Resist: Rp390, (Buy). Support: Rp319, Resist: Rp325.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat. Laporan ndeks harga konsumen Desember AS naik 0,5% (mom) atau 7% (yoy), tertinggi sejak 1982, sesuai dengan ekspektasi. Pasar ekuitas  rebound , saham teknologi bangkit dari penurunan tajam.  Yield  US Treasury 10-tahun tergelincir menjadi 1,73%..
Saham yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi membukukan kinerja lebih kuat. Perusahaan kimia, Mosaic, melejit 3,8% dan Freeport-McMoRan melesat 5%. Microsoft dan Alphabet naik sekitar 1%, Tesla melompat hampir 4%. Saham Biogen jatuh 6,7%.
  • S&P 500 naik 0,28% (13,28 poin) ke poisi 4.726,35.
  • Nasdaq Composite menguat 0,23% (34,94 poin) menjadi 15.188,39.
  • Dow Jones Industrial Average bertambah 0,11% (38,3 poin) ke level 36.290,32.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat. Investor mencermati data inflasi terbaru AS yang akan mempengaruhi kebijakan The Fed selanjutnya. Chairman The Fed, Jerome Powell, Selasa, mengatakan bahwa perekonomian AS cukup sehat dan memerlukan pengetatan kebijakan yang diharapkan akan membatasi kenaikan harga.
Indeks STOXX 600 meningkat 0,65% menjadi 486,20, dipimpin lompatan harga saham sektor sumber daya dasar sebesar 3,2%. Saham  health care  melorot 0,7%.vSaham pemasok suku cadang listrik Prancis, Rexel, melambung 10,3%. Sebaliknya, raksasa teknologi kesehatan Belanda, Philips, rontok hampir 15,5%.
  • DAX 30 Jerman naik 0,43% (68,51 poin) menjadi 16.010,32.
  • FTSE 100 Inggris melaju 0,81% (60,35 poin) ke level 7.551,72.
  • CAC 40 Prancis meningkat 0,75% (53,81 poin) ke posisi 7.237,19.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun, setelah rilis data - yang menunjukkan lonjakan harga konsumen AS pada Desember - gagal menawarkan dorongan baru bagi upaya normalisasi kebijakan The Fed. Pidato Chairman The Fed Jerome Powell, Selasa, dinilai tidak memberikan indikasi yang jelas bahwa bank sentral sedang terburu-buru untuk mempercepat rencana pengetatan kebijakan moneter.
IHK Desember AS naik 0,5% (mom) setelah naik 0,8% pada November, secara tahunan IHK melesat 7,0%, terbesar sejak Juni 1982. Indeks Dolar AS (Indeks DXY) melorot 0,7% menjadi 94,944.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1444

0.0002

+0.02%

6:10 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3708

0.0008

+0.06%

6:10 PM

Yen (USD-JPY)

114.64

0.00

0.00%

6:10 PM

Yuan (USD-CNY)

6.3584

-0.0156

-0.24%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,323.50

19.50

+0.14%

2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/1/2022 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir menguat di tengah ketatnya pasokan karena persediaan minyak mentah AS merosot ke tingkat terendah sejak 2018. Harga minyak juga terangkat karena dolar melemah dan meredanya kekhawatiran tentang varian omicron virus korona.
Persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barel pekan lalu menjadi 413,3 juta barel, terendah sejak Oktober 2018, jauh di atas perkiraan penurunan 1,9 juta barel. Persediaan secara keseluruhan mengetat di seluruh dunia. Produsen utama berjuang untuk meningkatkan pasokan bahkan ketika permintaan melesat meski kasus Omicron melonjak.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 95 sen (1,1%) menjadi USD84,67 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,42 (1,8%) menjadi USD82,64 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi juga berakhir menguat, didukung rilis data inflasi AS yang mencatatkan kenaikan tahunan terbesar dalam hampir empat dekade. Dolar AS dan  yield  US Treasury 10-tahun melemah.
Investor tampaknya telah memperhitungkan kemungkinan lintasan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Harga logam berharga lainnya; perak melesat 1,7% menjadi USD23,16 per ounce, platinum naik 0,9% menjadi USD979,39, sementara paladium turun 0,5% menjadi USD1.911,09.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.825,83 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi USD1.827,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM

An error occurred.