News & Research

Reader

Bursa Sore: Kecemasan Pada Varian Omicron Surut, IHSG Ikut Jejak Penguatan Market Regional 
Tuesday, December 07, 2021       15:43 WIB

Ipotnews - IHSG terdorong naik ke zona hijau saat sesi sore berakhir pada perdagangan hari Selasa (7/12). IHSG bangkit menguat sebesar 0,85 persen (55 poin) ke level 6.602.
Indeks LQ45 +1,20% ke 950.
Indeks IDX30 +1,18% ke 507.
Indeks IDX80 +1,16% ke 134.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +0,30% ke 564.
Indeks Kompas100 +1,13% ke 1.189.
Indeks Sri Kehati +1,51% ke 376.
Indeks SMInfra18 +0,47% ke 317.
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Saham Teraktif: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp14,12 triliun. Volume perdagangan sebanyak 258,41 juta lot saham. Investor asing net sell Rp57,57 miliar. Rupiah bangkit 0,44 persen terhadap USD ke kevel Rp14.378 (03.30 PM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia bersinar cerah saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (7/12) di tengah kurangnya kekhawatiran tentang dampak varian virus covid omicron. Pasar saham China menguat setelah merespon positif bank sentral di sana melonggarkan kebijakan moneter.
"Sementara ahli epidemiologi telah memperingatkan dengan tepat kesimpulan prematur tentang varian omicron, pasar bisa dibilang menduga bahwa aksi jual brutal minggu lalu seharusnya lebih ringan," kata Vishnu Varathan, analis di Mizuho Bank. Kata dia bagaimanapun penilaian awal tentang (dampak) omicron telah dinyatakan ringan.
The People's Bank of China ( POBC /bank sentral China) pada awal pekan mengumumkan pemangkasan cadangan wajib perbankan, yang merupakan kebijakan serupa untuk kedua kalinya tahun ini. Pelepasan dana ini dalam likuiditas jangka panjang mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat. Fund yang dirilis mencapai 1,2 triliun yuan atau USD282 miliar.
"Bonus untuk peningkatan sentimen risiko adalah berita pelonggaran kebijakan moneter yang muncul dari China," kata Rodrigo Catril, analis senior pasar valas dari National Australia Bank.
Pasar saham Hong Kong ke zona hijau. Indeks Hang Seng naik 2,48 persen. Saham-saham teknologi papan atas rebound setelah dilanda aksi jual kemarin. Harga saham Tencent naik 3,39 persen. Alibaba naik 11,8 persen. Hang Seng Tech Index naik 3,89 persen.
Sementara itu pasar saham China bergerak bervariasi hingga akhir sesi. Indeks Shanghai Composite naik 0,16 persen ke 3.595 dan Indeks Shenzhen Component melemah 0,38 persen menetap di 14.697.
Dari data neraca perdagangan China periode Nopember, ekspor negara tersebut naik sebesar 31,7 persen. Angka tersebut jauh di atas perkiraan para analis sebesar 22 persen berdasarkan polling oleh Reuters.
Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 melompat 1,89 persen ke 28.455 dan Indeks Topix naik 2,17 persen ke level 1.989. Saham unggulan di bursa Tokyo, SoftBank rebound 8 persen setelah tumbang 8 persn kemarin mengekor pelemahan saham raksasa teknologi asal China, Alibaba dan Didi.
Indeks Kospi (Korsel) naik 0,62 persen ke 2.991. Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia menguat 1 persen finis pada level 7.313. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang melaju naik 1,64 persen.
Indeks dolar AS naik ke level 96,224 dari sesi sebelumnya di kisaran 96,1.
Kurs Yen lanjut melemah ke posisi 113,62 terhadap USD.
Nilai tukar dolar Australia menguat ke $0,7068 terhadap USD dari posisi sebelumnya di $0,701.
Bursa Eropa
Market saham Eropa bergerak bervariasi saat awal sesi pada perdagangan hari Selasa (7/12) pagi waktu setempat. Investor mencermati perkembangan baru terkait varian virus covid omicron.
Di bursa London, Indeks FTSE drop 10 poin ke level 7.230. Indeks DAX (bursa Frankfurt) menguat 32 poin di posisi 15.426 dan di bursa saham Paris, Indeks CAC menguat 10 poin ke level 6.889.
Minyak
Harga minyak bergerak naik pada perdagangan sesi sore hari Selasa (7/12) di pasar Asia. Pembicaran negosiasi program nuklir Iran menemui hambatan sehingga menunda kembali ekspor minyak Iran ke pasar global.
Minyak Brent naik 1,38 persen ke posisi harga USD74,10 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 1,64 persen ke harga USD70,63 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM