News & Research

Reader

Kuartal III-2023, Pendapatan Harita Nickel Naik 135% Jadi Rp 17,3 T
Friday, December 01, 2023       09:34 WIB

Jakarta, detikfinance - Emiten tambang nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk () atau Harita Nickel membukukan pendapatan Rp 17,3 triliun di Kuartal III-2023, atau naik 135% dibanding periode sebelumnya (yoy) Rp 7,4 triliun.
Kenaikan pendapatan itu juga diikuti dengan peningkatan Laba Bersih pemilik entitas induk sebesar 24% menjadi Rp 4,5 triliun dari Rp 3,6 triliun di periode sebelumnya.
"Kenaikan penjualan yang signifikan merupakan hasil dari upaya Perseroan yang melakukan ekspansi peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan baik dari lini bisnis pertambangan, produksi refinery High Pressure Acid Leach ( HPAL ) dan lini produksi smelter Rotary Kiln Electric Furnace ( RKEF ) dalam 2 tahun terakhir," tulis perseroan dalam keterangan tertulis, Kamis (30/11/2023).
Diketahui, dari bisnis pertambangan, perseroan mencatatkan kenaikan produksi biji nikel yang signifikan untuk memenuhi tambahan permintaan akibat adanya kenaikan kapasitas produksi baik dari PT HPL maupun PT HJF. Selama periode sembilan bulan di 2023, anak usaha di bisnis pertambangan telah memproduksi sekitar 10 juta biji nikel limonite dan 4,4 juta biji nikel saprolite.
Kemudian dari lini produksi refinery HPAL , sejak adanya penambahan satu jalur produksi, perseroan mencatatkan kenaikan produksi MHP sebesar 49% dibanding periode tahun sebelumnya yaitu menjadi 46.891 ton kandungan nikel. Sebagian produk MHP yang di produksi, kemudian di konversi menjadi Nikel Sulfat dan Kobalt Sulfat, yang merupakan bahan baku utama untuk pembuatan ternary precursor, yang diperlukan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik berbasis nikel. Selama sembilan bulan pertama tahun 2023, Perseroan melalui anak usahanya telah memproduksi 9.287 ton Nikel Sulfat dan 818 ton kobalf sulfat.
Dari lini produksi smelter RKEF , perseroan melalui 2 anak usahanya yaitu PT HJF dan PT MSP berhasil membukukan total produksi Feronikel di sembilan bulan pertama tahun 2023 sebesar 68.994 ton kandungan nikel atau naik 268% dari tahun sebelumnya.
Di periode sembilan bulan di 2023, PT HJF membukukan volume produksi feronikel sebesar 47.963 ton kandungan nikel. Sedangkan PT Megah Surya Pertiwi ("MSP"), membukukan volume produksi sebesar 21.031 ton kandungan nikel di sembilan bulan tahun 2023.
Sementara itu, dari aspek keuangan, meskipun kondisi pasar penuh tantangan karena turunnya harga nikel di pasar dunia, Perseroan berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp. 6,1 triliun, atau naik sebesar 63% dibandingkan dengan Rp. 3,8 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2022.
Dengan terus melakukan inovasi dan efisiensi di operasional Perseroan, Laba Usaha meningkat sebesar 59% menjadi Rp. 5,4 triliun dari Rp 3,4 triliun di sembilan bulan pertama tahun sebelumnya. Sedangkan, Laba Periode Berjalan bahkan meningkat 60% menjadi Rp. 5,7 triliun dari Rp. 3,5 triliun untuk periode yang sama di tahun sebelumnya.
Perseroan juga mampu mencatatkan Laba Bersih pemilik entitas induk sebesar Rp 1,7 triliun di kuartal ketiga tahun 2023, naik 25% dibandingkan Rp. 1,5 triliun untuk periode yang sama di tahun sebelumnya. Di sembilan bulan pertama tahun 2023, Perseroan mencatatkan laba bersih pemilik entitas induk sebesar Rp. 4,5 triliun atau naik 24% dibanding periode yang sama di tahun lalu.
Dengan semakin berkembangnya industri kendaraan listrik secara global serta rencana Pemerintah untuk menjadi salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia, Perseroan dengan semangat "dari Obi untuk Indonesia", mempunyai komitmen untuk terus melakukan investasi dan pembangunan fasilitas produksi yang dapat meningkatkan volume dan nilai tambah dari produk yang dihasilkan Perseroan.
Saat ini, perseroan sedang melakukan ekspansi lebih lanjut dengan membangun fasilitas HPAL kedua melalui entitas anak yaitu PT Obi Nickel Cobalt (ONC) yang ditargetkan akan memiliki 3 (tiga) jalur produksi dengan kapasitas produksi 65.000 ton kandungan nikel/tahun MHP dan diharapkan akan beroperasi secara bertahap mulai di kuartal kedua tahun 2024.
Perseroan juga sedang merencanakan ekpansi lebih lanjut untuk lini produksi RKEF melalui entitas asosiasi yaitu PT Karunia Permai Sentosa (KPS) yang ditargetkan memiliki 12 jalur produksi dengan kapasitas produksi 185.000 ton kandungan nikel/tahun (feronikel) dan diharapkan akan beroperasi secara bertahap mulai semester kedua tahun 2025.
Dari sisi keberlanjutan, Perseroan akan terus memiliki komitmen untuk melakukan integrasi berkelanjutan di dalam proses bisnis, keterlibatan dan pembangunan masyarakat setempat, serta lingkungan. Perseroan juga akan terus melakukan konsultasi dan diskusi dengan Stakeholders serta Customers terkait di dalam penerapan standard ESG dan sertifikasi yang akan diterapkan di industri.
(akd/ega)

Sumber : DETIK FINANCE

powered by: IPOTNEWS.COM